Salah Input, Puluhan Ribu KTP Datanya Ganda

Operator melayani warga yang ingin membuat KTP di ruang perekaman KTP-el Disdukcapil Kabupaten Serang.  

SERANG – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang mencatat, sebanyak 62 ribu data kartu tanda penduduk (KTP) di Kabupaten Serang berstatus ganda dan anomali atau mengalami keganjilan.

Kabid Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kabupaten Serang Witarsono mengatakan, pihaknya rutin mendapatkan data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait data anomali atau ganda per semester. “Tercatat ada 62.000 data yang ganda dan anomali,” ungkap pria yang akrab disapa Wiwit itu di ruang kerjanya, Jalan Kagungan, Lontarbaru, Kota Serang, kemarin.

Data anomali, dijelaskan Wiwit, terdiri atas berbagai macam. Di antaranya, nama yang dobel, status dobel, alamat dobel, jenis kelamin dobel, dan kesalahan lainnya. Wiwit mencontohkan, di data namanya wanita, tetapi jenis kelaminnya laki-laki. “Ada juga didata orang satu, tapi domisilinya dua,” terangnya.

Menurut Wiwit, adanya data ganda dan anomali akibat human error dan kesalahan input. Bahkan, beberapa di antaranya memiliki KTP lebih dari satu. “Kalau lebih dari satu, justru merepotkan warga. Ketika mau mengurus administrasi lainnya, pasti sulit,” jelasnya.

Lantaran itu, Wiwit bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terus berupaya untuk melakukan pembersihan terhadap data ganda dan anomali tersebut. “Insya Allah, tahun depat bisa dibersihkan semua,” tegasnya.

Senada disampaikan Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang Asep Saefudin Mustopa. Katanya, masih banyak data KTP yang ganda dan anomali. Saat ini, jumlah data ganda dan anomali semakin berkurang setelah banyak masyarakat yang datang ke kantor Disdukcapil untuk memperbaiki. Sesuai arahan Kemendagri RI, seharusnya persoalan bisa diselesaikan tahun ini. “Tapi, kita sedikit kesulitan menyelesaikannya. Soalnya, peralatan dan personelnya terbatas,” tukasnya. (Rojak/RBG)