JAKARTA- Hukuman Tb Chaeri Wardhana alias Wawan bertambah menjadi tujuh tahun penjara dari sebelumnya lima tahun penjara. Hukuman Wawan ini makin berat karena Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi yang diajukan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap adik Gubernur nonaktif Atut Chosiyah ini.
“Putusan diketuk kemarin sore (Rabu, 25/2), ditambah menjadi tujuh tahun,” kata Suhadi, juru bicara Mahkamah Agung, Kamis (26/2). “Memperbaiki putusan pengadilan tingkat pertama dan banding, dan menambah hukuman terdakwa,” sambung Suhardi lagi.
Duduk sebagai ketua majelis hakim kasasi adalah Artidjo Alkostar, dengan dua hakim anggota MS Lumme dan M Askin. Putusan itu diketuk bulat tanpa ada dissenting opinion alias perbedaan pendapat di antara para hakim.

Dalam pertimbangan hukumnya, majelis menyebutkan Wawan terbukti secara aktif terlibat kasus suap dengan berusaha memberi hadiah kepada Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) saat itu, Akil Mochtar, untuk memenangkan sidang sengketa Pilkada Lebak di MK.

Mahkamah juga menilai bahwa Wawan turut serta mendatangi Susi Tur Andayani, seorang pengacara yang juga menjadi perantara suap kepada Akil. Di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Wawan dijatuhi hukuman lima tahun penjara dan denda Rp150 juta subsider tiga bulan penjara.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK yang menginginkan adik Atut itu dihukum sepuluh tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider tiga bulan kurungan. Jaksa menilai bahwa Wawan terbukti menyuap Akil sebesar Rp1 miliar terkait dengan pengurusan sidang sengketa Pilkada Lebak di MK.

Jaksa juga menilai Wawan terbukti memberi hadiah atau janji Rp7,5 miliar kepada Akil terkait sengketa Pilkada Banten yang dimenangi pasangan Atut-Rano Karno. Uang itu diberikan melalui rekening perusahaan istri Akil, CV Ratu Samagat. Namun, Wawan mengaku uang itu terkait dengan bisnis kelapa sawitnya dengan Akil.

Sementara itu, istri Wawan, Airin Rachmi Diany, saat dimintai tanggapan tadi malam tidak berhasil dihubungi. Tiga nomor telepon seluler Airin yang biasa aktif saat dihubungi Radar Banten tadi malam semua dalam keadaan tidak aktif.
Hukuman Wawan yang diperberat menjadi tujuh tahun ini sama dengan hukuman kakaknya, Gubernur nonaktif Ratu Atut Chosiyah. MA juga menambah hukuman Atut menjadi tujuh tahun dari vonis sebelumnya empat tahun dalam kasus yang sama.
Mahkamah dalam sidang sebelumnya juga memperberat hukuman Susi Tur Andayani dan menolak kasasi yang diajukan mantan Ketua MK Akil Mochtar. Akil tetap divonis penjara seumur hidup.

Sekadar diketahui, KPK dalam satu kali operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu 2 Oktober 2013 dan Kamis (3/10/2013) menciduk banyak orang selain Akil Mochtar. Dari yang ditangkap itu, ada nama Wawan.

Wawan ditangkap karena berperan dalam suap kepada Akil. Disebutkan bahwa Susi Tur Andayani menerima uang Wawan melalui F di sebuah apartemen di Jakarta. Uang dimasukkan ke dalam travel bag warna biru. Kemudian, dibawa dan disimpan oleh Susi di rumah kediaman orangtuanya di Tebet. Uang itu akan diserahkan ke Akil.

Namun, sebelum penyerahan uang ke Akil, Susi Tur ternyata pergi dulu ke Lebak. Dari situ tim penyelidik dan penyidik KPK mengikuti dan membututinya. Kemudian, pada malam harinya, tim langsung melakukan penangkapan di Lebak.
Sementara, Wawan menyusul ditangkap di rumahnya di Jalan Denpasar 4 Nomor 35 Megakuningan, Jakarta Selatan, sekira pukul 01.00 WIB Kamis (3/10/2013). Dari penangkapan tersebut, KPK menyita barang bukti berupa uang pecahan Rp100ribu dengan total keseluruhan Rp1 miliar. (jpnn-TI/alt/dwi/RB)