PANDEGLANG – Sebanyak 400 anggota Pramuka Saka Pariwisata yang berasal dari Banten dan luar Banten mengikuti kemah pariwisata yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banten di Tanjung Lesung, Pandeglang, 17-19 November 2016.

Menurut Kepala Disbudpar Provinsi Banten Opar Sohari, kemah pariwisata ini dalam rangka menyambut pelaksanaan Festival Tanjung Lesung yang dilaksanakan pada 18-20 November 2016. Dengan kemah ini pihaknya berharap dapat mewujudkan kepramukaan sebagai sarana membangun insan patriotis.

Selain tujuan itu, kata Opar, juga untuk menumbuhkan semangat pembangunan pariwisata di dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), mengeksplor daya tarik Desa Wisata Cimanggu dan membangun gerakan peduli destinasi wisata. “Materi Kemah Bakti ini melaksanakan tiga krida, di antaranya pemanduan, penyuluhan sadar wisata dan kuliner. Kita bekerja sama dengan Kwarda Banten, HPI, ASPPI dan lembaga lainnya,” katanya, Selasa (15/11).

Pelaksanaan Festival Tanjung Lesung, pihaknya sudah mempersiapkan segala kebutuhan, termasuk soal propertinya. “Sudah siap 100 jukung untuk mengikuti lomba jukung race dan jukung hias,” katanya.

Pada festival tersebut akan digelar berbagai macam lomba. Antara lain jukung race dan hias, lomba bebegig sawah, lesung festival, lomba dan pameran foto ikon Banten, bisnis forum, seminar SDM kepariwisataan, pameran produk dan industri pariwisata Provinsi Banten, gebyar paguron dan kemah wisata hiburan, dan games.

disbudpar_tanjung_lesung_17nov16Pada perlombaan tersebut, pihaknya merekrut untuk tiga kategori peserta yaitu kategori peserta lembaga pemerintahan/non pemerintahan, pelajar dan umum. Kategori lembaga pemerintahan/non pemerintahan dan kategori pelajar juara I hadiahnya Rp3 juta, juara II Rp2,5 juta dan juara III Rp2 juta. Kategori umum juara I Rp7,5 juta, juara II Rp5,5 juta dan juara III Rp3,5 juta.
Selain itu, kata dia, festival tersebut juga akan dimeriahkan oleh musik band terkenal seperti Momonon, Rumput Hijau, Shifter dan Hijau Daun. “Nanti juga akan ada gebyar paguron dan penampilan seni tradisional lainnya. Juga ada ekspedisi UKM, cinderamata dan kuliner,” pungkasnya. (ADVERTORIAL/Disbudpar Provinsi Banten)