Sambut Tahu Baru Hijriyah, Subadri Gelar Zikir dan Pengobatan Gratis

0
105

SERANG – Menyambut tahun baru hijriyah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang Subadri Ushuludin menggelar zikir dan pengobatan gratis di kediamannya di bilangan Bogeg, Kota Serang.

Subadri menjelaskan, zikir dan pengobatan gratis secara alternatif ini dilakukan selama 10 hari, dan hari ini merupakan hari terakhir.

“Kami bekerjasama dengan Yayasan Mutiara Iman dan FKPPI kabupaten kota. Zikir dan pengobatan gratis ini dibuka untuk semua masyarakat Kota Serang,” ujar Subadri kepada sejumlah awak media setelah zikir bersama, Selasa (3/10).

Selain menyambut tahun baru hijriyah, zikir dan pengobatan gratis ini dilakukan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang alami sakit dalam waktu yang cukup lama.

“Saya secara pribadi ingin berbuat manfaat untuk masyarakat. Metodenya tidak hanya pengobatan, tapi zikir bersama. Dengan adanya agenda ini kita berharap bisa meringankan beban masyarakat kita dengan pengobatan ini,” ujar Subadri.

Setiap malam, dijelaskan Subadri, tak kurang dari 200 orang mengikuti zikir dan pengobatan gratis tersebut. Semuanya mengidap berbagai macam penyakit seperti lumpuh, kurang pendengaran, dan bisu.

“Alhamdulilah hasilnya banyak yang sembuh,” katanya.
Rencananya, agenda seperti ini akan dilakukan di seluruh Kecamatan di Kota Serang. Setelah ini, Kecamatan Walantaka yang akan menjadi lokasi zikir dan pengobatan gratis. Bahkan di daerah tersebut akan digelar selama 13 malam. Tiga hari lebih lama dibandingkan yang digelar di kediamannya.

Sementara itu, Muhamad Yusuf Ismail dari Yayasan Mutiara Iman menjelaskan, ada sekitar 90 persen masyarakat yang mengikuti agenda sosial ini sembuh. Bahkan, ada yang pertama kali datang ditandu, sekarang sudah bisa jalan kaki..

“Pengobatan ini namanya penyembuhan tekhnologi rohani, karena memadukan amal dan ilmiah,” ujar pria yang disapa abah Yusuf tersebut.

Abah Yusuf menjelaskan, selain menggunakan obat-obatan tumbuhan herbal, proses pengobatanpun dilakukan dengan cara berzikir. Karena itu, menurutnya, pengobatan ini selain menyembuhkan penyakit juga meningkatkan keimanan serta ukhuwah Islamiyah.

Meski Subadri membuka untuk warga Kota Serang, dijelaskan abah Yusuf, yang hadir selama 10 hari tersebut ada yang dari luar Kot Serang. Misalnya Bengkulu, Jakarta Barat, dan sejumlah daerah di Banten.

“Masyarakat lain nanti bisa ikut di Walantaka,” katanya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)