Sami Menyusul Kematian Fatimah, Korban Ledakan Pabrik Mercon Bertambah

0
57
Kerabat dan keluarga memakamkan jenazah Sami di TPU Selembaran, Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Jumat (3/11). Sami meninggal setelah menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang dengan luka bakar mencapai 50 persen.

KOSAMBI Korban meninggal pekerja pabrik mercon maut PT Panca Buana Cahaya Sukses, bertambah satu lagi. Kemarin, Sami (35) yang sebelumnya sempat dirawat delapan hari di RSUD Kabupaten Tangerang, akhirnya menemui ajal sekira pukul 08.30 WIB.

Humas RSUD Kabupaten Tangerang Lilik Kholida mengatakan, almarhumah mengalami luka bakar 50 persen dalam peristiwa kebakaran Kamis (26/10) lalu. Wanita warga  Selembaranjaya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang ini sempat dirawat di ICU (Intensive Care Unit).

”Sejak Kamis (2/11) sore, kondisi tubuhnya mulai menurun termasuk tensinya,” ujarnya saat dihubungi Radar Banten, Jumat (3/11).

Lili mengatakan, Sami telah menjalani dua kali operasi debridement. Operasi tersebut adalah tindakan medis untuk membuang jaringan mati. Luka bakar yang dialami korban berada di wajah, badan, tangan dan kaki. ”Kondisinya sempat stabil pada pagi hari, namun setelah pukul 08.00 WIB langsung ngedrop,” terangnya.

Total ada empat korban luka bakar serius yang dirawat di ICU RSUD Kabupaten Tangerang meninggal dunia. Sebelumnya, pasien korban luka yang meninggal adalah Siti Fatimah (15) pada Selasa (31/10). Nurhayati (20) yang meninggal pada hari Sabtu (28/10) dan Atin Puspita (20) pada Minggu (29/10) malam.

Dengan begitu, saat ini RSUD Kabupaten Tangerang masih menangani tujuh pasien korban kebakaran pabrik mercon. Semua pasien masih menjalani perawatan intensif di Ruang Dahlia.

Sekira pukul 12.30 WIB, jenazah dibawa ke rumah duka oleh pihak keluarga.

Sementara itu, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan mengatakan, Rumah Sakit Polri Kramat Jati telah menyerahkan satu jasad korban ledakan pabrik kembang api. Jasad yang sudah teridentifikasi bernama Dianah ini langsung diserahkan ke pihak keluarga.

Dijelaskannya, saat ini kedua orang tua Dianah, Suryadih dan Sayati telah datang dan menunggu di depan ruang forensik RS Polri. ”Sudah berangkat tadi jam 16.00 WIB, langsung ke Desa Belimbing, Kosambi,” jelasnya.

Dari laporan tersebut, Tim DVI RS Polri berhasil mengidentifikasi total sebanyak 35 jenazah korban ledakan pabrik kembang api sampai dengan hari Jumat (3/11). Sehingga saat ini masih ada 14 kantong jenazah yang belum teridentifikasi, empat di antaranya merupakan bagian tubuh. (Togar H/RBG)