Sampah Dari Kota Serang Menumpuk Hingga Ratusan Ton

0
1.711 views
Sampah di TPA Cilowong (foto: Istimewa)

SERANG – Saat ini volume sampah yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Cilowong menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Syafrudin, sudah mencapai ratusan ton.

“Banyaknya kurang lebih ratusan ton sampah yang ada di TPA Cilowong dan ini dari semua sampah di Kota Serang,” katanya.
Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan, khususnya di Kota Serang, pihaknya pun menggelar gerakan memungut sampah di Taman Sari, Kota Serang, Jum’at (3/2).

Syafrudin mengatakan, tujuan kegiatan tersebut untuk melakukan penataan khususnya dalam hal kebersihan di sejumlah titik Kota Serang yang kumuh. Kegiatan tersebut rencananya akan diadakan setiap satu bulan sekali.

“Karena ini kami memrogramkan dalam satu tahun ini 12 kegiatan peduli lingkungan, dengan nama jum’at bersih. Titiknya antara lain, Pasar Lama, Taman Sari, Royal dan kemudian tempat lain yang kami anggap kurang bersih. Ini pun baru pertama program kali yang digelar DLH selama satu tahun ini, ” katanya seusai membersihkan di daerah Taman Sari, Jum’at (3/2).

Ia menuturkan, sampah di Kota Serang terus mengalami peningkatan setiap harinya. Sebab itu, tempat yang bernilai komersil seperti perumahan, pertokoan dan pasar semakin bertambah. “Jadi sudah jelas sampah ini semakin menambah setiap harinya,” tuturnya.
Tidak hanya program peduli lingkungan, lanjut Syafrudin, DLH juga berencana akan meneruskan program pengelolaan sampah yang dilakukan oleh pihak ke tiga yang sempat direncanakan. “Rencananya untuk mencari pihak ketiga sekarang masih proses yang dari Korea, dan siapa tahu ada juga yang minat menjadi pihak ketiga di daerah Banten. Tetapi sampai sekarang belum ada realisasi, sekarang masih terus kami upayakan serta mudah-mudahan masih bisa diprogram di 2017,” jelasnya.

Jika dikekola oleh pihak ke tiga, masih kata Syafrudin, sampah yang berada di Cilowong tersebut akan didaur ulang menjadi bahan yang bernilai ekonomis. “Didaur ulang menjadi bahan kebutuhan rumah tangga, dan jadi bernilai ekonomis. Sekaligus menambah lapangan kerja untuk masyarakat Kota Serang,” ungkapnya.

Di tempat sama, Sekretaris Forum Sehat Kota Serang, Mulyana mengatakan, selain beberapa titik yang ditargetkan oleh DLH untuk dibersihkan. Pemerintah juga mestinya bisa memperhatikan tempat-tempat lain seperti trotoar, sebab di bagian trotoar kini marak pedagang yang dinilai menganggu ketertiban.

“Kalau disediakan trotoar lazimnya dipergunakan untuk orang nyaman berjalan kaki, masyarakat kita yang mempunyai keahlian profesi usaha dagang jangan terlalu merebut semuanya. Sehingga fungsi-fungsi trotoar menjadi terganggu dan menyebabkan sampah berserakan dimana-mana,” ujarnya.

Selama ini, dikatakan Mulyana, masih banyak warga yang belum memiliki kesadaran untuk tidak berjualan di trotoar. Menurutnya, kesadaran itu harus dimulai dari pedagangnya sendiri. “Mau jual apa juga yang penting harus tertib, kalau membandel fungsi dari pemerintah sendiri harus ada pelajaran kepada yang membandel, tegakan Perda ini jangan aturan dibuat untuk dilanggar,” tegasnya.

Ia berharap, seluruh pedagang yang berada di trotoar dapat menjaga ketertiban, karena setiap aturan yang dibuat pemerintah tujuannya untuk melindungi kepentingan bersama. “Bukan melarang berjualan, yang penting tertib dan bisa menjaga lingkungan,” tandasnya. (Adef)