Sampah Dibarter Minyak Sayur

0
270 views

JAWILAN – Warga kembali menyatakan kesiapannya untuk bersaing di Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020. Bank sampah menjadi salah satu andalan mereka.

Kesiapan warga itu lantaran kampungnya, RW 01, Kampung Kareo Dukuh, Desa Kareo, Kecamatan Jawilan, pernah mengikuti LKBA 2019. Saat itu, kampung ini meraih penghargaan untuk dua kategori yang dilombakan.

Menurut Ketua RT 01 RW 01 Rasidi, untuk tahun ini, kampungnya telah memiliki bank sampah. Keberadaannya diharapkan dapat memenuhi kriteria penilaian di kategori kampung terinovatif.

Pengelolaan bank sampah ini, kata Rasidi, agak berbeda dengan bank sampah pada umumnya. Sampah yang disetorkan oleh warga RW 01, tidak dihargai dengan uang.

“Untuk bank sampah, kami juga sudah punya. Konsepnya sedikit berbeda dengan bank sampah lain. Kalau di bank sampah lain kan (sampah dari warga-red) dibeli, kalau kami menggunakan sistem barter. Warga sudah sepakat untuk (sampah-red) dibarter dengan minyak sayur,” jelas Rasidi.

Sebelum penilaian LKBA 2020 dimulai, ia mengakui, masih ada beberapa kekurangan di kampungnya. Pagar di pinggir jalan harus diganti lantaran sudah banyak yang rusak. Kemudian, pos ronda akan dipindah karena lokasinya sekarang dianggap tidak strategis.

“Dulu, pos rondanya cukup strategis. Tapi karena lahannya digunakan oleh pemilik, pos rondanya digeser. Kami akan tempatkan di tempat yang lebih stategis. Untuk meningkatkan keamanan, kami juga membuat dua portal,” ujar Rasidi

Sutrisno yang ditunjuk sebagai ketua penggerak lingkungan RT 01 RW 01 mengatakan, penataan lingkungan kampungnya tidak dimulai dari nol lagi. “Kami, warga Kareo Dukuh, siap untuk kembali berlomba di LKBA tahun ini. Untuk penataan, karena tahun lalu kami sudah ikut LKBA, jadi tinggal menambah apa kekurangan tahun lalu. Serta, memperbaiki yang sudah rusak,” katanya.

Modal kampungnya untuk bersaing dengan RW lain, jelas Sutrisno, adalah kekompakan warganya. Modal inilah yang membuat RW 01 meraih penghargaan untuk dua kategori yang dilombakan pada 2019.

“Kalau warga di sini, yang penting ada penggeraknya. Alhamdulillah, ketua RT cukup aktif sehingga warga pun terbawa,” ungkapnya.

Kepala Desa Kareo Santibi mengakui kekompakan warga Kareo Dukuh. “Warganya mudah digerakkan untuk bergotong royong, ditambah mereka juga kompak, swadayanya jalan. Itu memudahkan desa untuk mengarahkan,” ucapnya. (rio/don)