Sampah Rumah Tangga di Kota Serang Meningkat 

SERANG–Volume sampah rumah tangga di Kota Serang mengalami peningkatan. Kondisi ini dipengaruhi suasana ramadan dan pandemi Covid-19 yang membuat konsumsi rumah tangga meningkat. 

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang dari 645 ribu jumlah penduduk, sampah yang dihasilkan 250 hingga 300 ton per hari. Penghasil sampah terbanyak ada di Kecamatan Serang, Cipocokjaya, Taktakan, Walantaka, Curug dan Kasemen.

Pemungut sampah keliling perumahan, M Tata mengaku, tiap ramadan volume sampah yang diangkut dari perumahan mengalami peningkatan. “Biasanya saya seminggu enam sampai tujuh balikan. Sekarang mah bisa 10 kali balikan. Iya ningkat,” ujarnya kepada Radar Banten, Jumat (1/5).

Namun, Tata tidak dapat memastikan keterkaitan antara kenaikan volume sampah dengan pandemi Covid-19. “Mungkin saja (pandemi covid-19). Kan warga banyak di rumah,” kata pria yang sudah lebih dari 8 tahun bekerja sebagai pengangkut sampah itu. 

Kepala DLH Kota Serang, Ipiyanto membenarkan, jika volume sampah perumahan di bulan Ramadan saat pandemi Covid-19 mengalami peningkatan. “Kalau untuk sampah rumah tangga di perumahan ada kemungkinan bertambah, karena mereka memanfaatkan dua momentum bersamaan. Yaitu Ramadan dan program di rumah aja,” katanya. 

Namun, kata Ipiyanto peningkatan volume rumah tangga tidak berpengaruh signifikan terhadap daya tampung TPSA Cilowong. Sampai saat ini ia mengaku belum menerima keluhan dari petugas TPSA. “Intinya begini, sepanjang ada kebutuhan dan jumlah populasi penduduk meningkat, maka disitu akan ada peningkatakan sampah,” terangnya. 

Namun, Ipiyanto mengakui selama Ramadan dan pandemi Covid-19 volume sampah liar turun. Dia berharap kondisi ini terus berlanjut agar masyarakat tertib membuang sampah pada titik-titik yang telah ditetapkan di lingkungannya masing-masing. “Kalau sampah liar memang menurun. Karena musim korona (Covid-19),” katanya. 

Ditambahkan Ipiyanto, saat ini DLH Kota Serang memiliki sebanyak 625 petugas kebersihan. Mereka difokuskan di kecamatan padat penduduk, seperti di Kecamatan Serang dan Cipocokjaya. “Kalau dari sisi jumlah petugas memang belum ideal, tapi kita memaksimalkan yang ada,” pungkasnya. (Fauzan)