Sandera Gubernur Banten, Teroris Kuasai Pusat Pemerintahan

0
1.055 views
Salah satu adegan simulasi.

SERANG – Sejumlah teroris berhasil menguasai pusat pemerintah Provinsi Banten di Curug, Kota Serang. Gubernur Banten Wahidin Halim pun menjadi tawanan oleh sekelompok orang dari kelompok gari keras tersebut.

Sebelum menduduki dan menyandera Gubernur Banten Wahidin Halim, para teroris tersebut menghadang iring-iringan gubernur sesaat setelah keluar dari pendopo gubernur KP3B.

Menggunakan senjata laras panjang, kelompok teroris yang beranggotakan lebih dari empat orang tersebut memborbardi pengawala gubernur Banten dan berhasil melumpuhkan para ajudan yang mengawal orang nomor satu di Banten tersebut.

Lengah, satu orang ajudan berhasil melarikan diri tanpa sepengetahuan kelompok teroris tersebut. Ajudan yang berhasil lolos tersebut pun langsung menghubungi Satuan Brimob Polda Banten.
Mendapat laporan tersebut, tim anti teror Gegana Brimob Polda Banten langsung mendatangi lokasi dan melakukan penetrasi dengan senjata lengkap. Alhasil baku tembak dan ledakan granat pun tidak bisa dihindari.
Dengan sigap, tim antiteror berhasil membebaskan Gubernur beserta seluruh sandera dengan selamat. Sementara seluruh teroris berhasil dilumpuhkan. Kemudian tim penjinak Bom Gegana Brimob melakukan penyisiran untuk menetraliaisir TKP.
Satu tas yang diduga berisi bom langsung diamankan, dan berhasil dijinakan kemudian dihancurkan dilokasi yang dinilai cukup aman. Sebuah ledakan kecil terjadi ketika aparat menghancurkan bom tersebut.

Gubernur Banten Wahidin Halim pun berhasil diselamatkan, dan para teroris pun berhasil dibekuk. Serangkaian peristiwa tersebut merupakan bagian dari simulasi anti teroris yang dilakukan oleh Brimob Polda Banten.

Wakil Kepala Satuan Brimob Polda Banten AKBP Susnadi mengungkapkan, simulasi penanganan penanggulangan terorisme bagi kepala daerah di Provinsi Banten ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesiapan Brimob dalam menghadapi situasi yang paling berbahaya sekalipun.
Simulasi yang melibatkan 350 personil tersebut merupakan latihan yang kerap dilakukan oleh Brimob Polda Banten, sejunlah wilayah seperti pasar hingga tempat keramaian sering digunakan sebagai tempat latihan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi situasi darurat terorisme.
“Kita sudah melakukan simulasi disejumlah tempat seperti di hutan, tempat umum dikeramaian, pasar dan mall,” pungkasnya
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengungkapkan dirinya mendukung apa yang dilakukan Brimob Polda Banten, mengingat tugas dan kewajiban Polri untuk melindungi masyarakat dari tindakan terorisme.
“Ya ini bagus, latihan latihan ini kan perlu untuk meningkatkan kesiapan, kemahiran aparat kepolisian dalam menanggulangi terorisme,” ujar Andika.
Lebih lanjut dirinya mengungkapkan dengan sekian banyak peralatan yabg dimiliki oleh polri terkait penanganan terorisme, sehingga pelatihan serta simulasi tepat dilakukan agar setiap individu dapat mengasah keterampilan menggunakan senjata-senjata yang dimilikinya. Oleh karenanya dirinya berharap Polri terus mengasah kemampuan khususnya kemampuan tempur. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)