Sandiaga Ajak Mahasiswa Untirta Kembangkan Ekonomi Kreatif

SERANG – Mantan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sandiaga Uno meminta mahasiswa untuk terlibat aktif dalam pengembangan ekonomi kreatif. Dengan begitu, angka pengangguran di Banten bisa diminimalkan.

Hal itu diungkapkan Sandiaga saat memberikan motivasi kepada ratusan mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untirta, Kamis (15/8).

Menurut Sandiaga, Provinsi Banten memiliki potensi di bidang ekonomi, potensi itu harus ditangkap oleh kaum muda khususnya mahasiswa. “Ada satu isu utama bahwa Banten dekat dengan Jakarta, yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi nasional, tapi tingkat pengangguran Banten tertinggi di Indonesia,” kata Sandiaga.

Pria yang akrab disapa Bang Sandi ini mengaku optimistis bila Provinsi Banten akan memiliki pertumbuhan ekonomi yang membaik, bila kaum milenial ikut serta mengembangkan ekonomi kreatif. “Mahasiswa harus menciptakan suatu inovasi yang mampu memajukan. Bukan hanya industri musik dan pariwisatanya, tetapi juga ekonominya sehingga bisa menciptakan lapangan kerja,” tuturnya.

Dikatakan Sandi, berdasarkan catatan sejarah, Banten dahulu memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi. Bahkan Banten sanggup menjadi pusat lada dunia.

“Dulu waktu zaman tiga abad yang lalu, Banten bisa mengambil momentum peluang dengan men-takeover bandar yang tadinya ada di Malaka pindah ke Banten, sehingga Banten menjadi pusat lada dunia,” tuturnya,

Namun, hal tersebut, lanjut Sandiaga, akan dirasa sulit terulang apabila masyarakat Banten tidak mampu melihat peluang dan memanfaatkan momentum yang muncul, sekalipun adanya perang dagang antara Tiongkok dan Amerika. “Nah ini yang tidak terjadi sekarang karena kita terlalu tidak bisa melihat peluang, dan tidak bisa memanfaatkan momentum sehingga akhirnya pada peluang dagang yang muncul karena adanya perang antara Amerika dan China dari segi ekonominya,” jelasnya.

Sandi berharap, kehadirannya di Untirta bisa mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di Banten. “Mahasiswa harus mengubah paradigmanya dengan ekonomi kreatif. Kita isi peluang-peluang usaha dengan kreasi dan inovasi dari mahasiswa, sehingga lulus kuliah bisa membuka peluang dan menciptakan lapangan kerja,” harapnya. (den/alt/ags)