Sandiaga Salahudin Uno saat mengunjungi Pondok Pesantren Al Mubarok, Kota Serang, Minggu (6/1).

SERANG – Calon wakil presiden Sandiaga Salahudin Uno mengunjungi Pondok Pesantren Al Mubarok, Kota Serang, Minggu (6/1). Pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 itu menyebut pondok pesantren punya kontribusi yang besar dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Menurutnya, para santri adalah generasi masa depan yang perlu mendapat perhatian. Sebab, santri ke depan harus bisa bersaing dengan tenaga kerja asing. Tidak hanya menjadi pekerja, santri juga bisa menjadi pengusaha yang mampu membuka lapangan kerja.
Kata dia, banyak potensi pondok pesantren yang perlu diperkuat dalam mendorong potensi ekonomi.
Kedatangan cawapres nomor urut 02 itu untuk menghadiri peringatan Milad Ponpes yang ke-22 tahun. Selain itu, Sandi juga meresmikan Gedung Aisyah yang digunakan untuk santriwati di ponpes yang dipimpin KH Mahmudin. Sandi yang datang pukul 12.00 WIB disambut KH Mahmudin, mantan bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman, anggota DPR RI Yandri Sudanto, dan sejumlah tim pemenangan di Provinsi Banten.
Sandi mengatakan, Banten memiliki potensi yang luar biasa. Selain memiliki sumber daya alam, Banten juga menjadi pusat industri. Banyak potensi usaha mikro kecil menengah yang dapat dikembangkan sebagai pilar ekonomi bangsa. Kata dia, jika itu dikelola akan menjadi potensi baru ekonomi. Tidak hanya secara kuantitas, tetapi juga secara kualitas. Terlebih, Banten memiki posisi yang strategis, berdekatan dengan Jakarta sebagai ibukota negara.
Dalam sambutannya KH Mahmudi mengatakan, ponpes selama ini berjalan secara mandiri. Ponpes juga telah berkontribusi kepada bangsa. Ia berharap, Probowo dan Sandi ke depan dapat menjadikan ponpes menjadi salah satu prioritas program kerjanya jika terpilih.
Sementara itu, Yandri juga menyerukan agar pembangunan sumber daya manusia di ponpes diperkuat. Anggota fraksi PAN itu juga sempat menyinggung kekerasan yang terjadi pada muslim uighur di Tiongkok.
Kata dia, kekerasan yang terjadi pada muslim uighur menjadi duka bersama. Sebab, muslim mengalami kekerasan sehingga tidak bisa menjalankan keyakinannya. Ia berharap, hal itu tidak terjadi di Indonesia.
Setelah mengunjungi Ponpes Al Mubarok, Sandi melanjutkan perjalanan untuk berziarah ke Makam Sultan Maulana Yusuf di Kawasan Banten Lama. Lalu, mengunjungi pusat UMKM di Kramatwatu, Kabupaten Serang. (KEN SUPRIYONO)