Sanksi Tegas Disiapkan untuk Pelanggar Ketentuan MOS

Anies Baswedan/ dok.JawaPos.com
Mendikbud Anies Baswedan/ dok.JawaPos.com

JELANG bergulirnya tahun ajaran baru 2016/2017, pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak ingin kecolongan lagi. Mereka pun mengeluarkan regulasi baru soal masa orientasi siswa (MOS) dan rekrutmen anggota baru ekstrakurikuler.

Tujuannya mencegah terjadinya perpeloncoan dan kekerasan lain. Regulasi baru terkait masa orientasi siswa baru (MOS) dan rekrutmen anggota ekstrakurikuler itu tertuang dalam Permendikbud 18/2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Seperti diketahui, tahun lalu masih ada praktek perpeloncoan saat MOS dan potensi kekerasan fisik ketika rekrutmen ekstrakurikuler. Bahkan ada seorang siswa di Bekasi yang meninggal akibat tidak kuat mengikuti kegiatan MOS.

’’Bentuk-bentuk perpeloncoan, perundungan (bullying), dan kekerasan fisik serta psikis harus dihapus di sekolah,’’ kata Mendikbud Anies Baswedan di Jakarta Senin (20/6), seperti dilansir JawaPos.com.

Mantan rektor Universitas Paramadina itu menjelaskan Kemendikbud tidak ada niat untuk membatasi kegiatan di sekolah. Namun aturan itu perlu dibuat untuk menghapus budaya-budaya negatif selama proses penerimaan siswa baru.

Dia menegaskan sanksi atas aturan itu bisa menyasar siswa, guru, kepala sekolah, dan lembaga sekolahnya. Kepada guru bisa dikenai sanksi disiplin. Termasuk kepada kepala sekolah yang lalai mengawasi kegiatan MOS.

Kepada institusi sekolah yang masih nakal, juga akan dikenai sanksi rekomendasi penurunan akreditasi. (wan/sof/JPG)