Santunan Kematian Diserahkan Sebelum Jenazah Dimakamkan

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Serang Didin Haryono saat menyerahkan santunan kepada ahli waris

SERANG – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOTEK) Cabang Serang Didin Haryono bergerak cepat begitu mendapatkan kabar Ade Fajar Hakim (36), anggota Panita Pengawas Pemilu Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, meninggal dunia, Selasa (15/9), sekira pukul 14.15 WIB.

Didin bersama beberapa staf, langsung menuju rumah duka di Binuangeun, Lebak, untuk bertakziyah dan mengucapkan bela sungkawa secara langsung kepada istri, anak, dan keluarga almarhum. Didin pun turut mendoakan almarhum dan keluarganya.

“Kami turut berduka cita. Istilah warga kampung, Ade Fajar Hakim meninggal karena kena angin duduk atau serangan jantung. Almarhum sudah terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK sejak tahun 2019 lalu,” ungkap Didin, Selasa (15/9) malam.

Karena itu, kedatangannya ke rumah duka sekaligus untuk menyerahkan santunan kematian sebesar Rp42 juta yang menjadi hak ahli waris. “Santunan kami serahkan langsung kepada ahli waris sebelum jenazah dimakamkan. Penyerahan santunan ini saya kira yang paling cepat prosesnya,” kata Didin via telepon.

Kata Didin, menyerahkan santunan kematian masih dalam situasi berkabung sebagai bentuk niat tulus memberikan pelayanan kepada peserta BPJAMSOSTEK. “Manfaat jaminan sosial ini harus segera kami serahkan karena menjadi hak ahli waris,” ungkap Didin.

Didin mengungkapkan terima kasih kepada Panitia Pengawas Pemilu di daerah Banten yang sudah mendaftarkan anggotanya dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan di BPJAMSOSTEK.

“Semua pekerja, termasuk anggota Panwascam dan anggota penyelenggara pemilu lainnya, memiliki risiko dalam pekerjaannya. BPJAMSOSTEK hadir untuk memberikan perlindungan terhadap risiko-risiko kecelakaan kerja dan meninggal dunia,” jelas Didin.

Sebagaimana diketahui, BPJAMSOSTEK memberikan perlindungan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKm) kepada pekerja bukan penerima upah (BPU) atau pekerja informal, seperti pegawai honorer/non-ASN, perangkat desa, anggota penyelenggara pemilu, pedagang, nelayan, pengojek, buruh harian, dan lainnya. Manfaat program jaminan berupa biaya perawatan dan pengobatan di rumah sakit apabila mengalami kecelakaan kerja dan santunan kematian apabila meninggal dunia. (aas)