Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Khrisna Syarif (tengah) saat penyerahan santunan secara simbolis. Foto: Dok. BPJS Ketenagakerjaan

SERANG – BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang menjadi korban tsunami Selat Sunda. Total santunan kepada korban yang meninggal dunia dan hilang sampai 9 Januari 2019 sebesar Rp9,77 miliar.

Seremonial penyerahan santunan bertempat di kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang, Rabu (9/1/2019), oleh Direktur pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Khrisna Syarif bersama Deputi Direktur Pelayanan dan Pengembangan Kanal (PPK) Yasaruddin, Deputi Direktur Wilayah Banten Teguh Purwanto, Kepala Kantor Cabang Serang Muallif, dan Kepala Kantor Cabang Bekasi Cikarang Ahmad Fathoni.

Data yang dihimpun dari BPJS Ketenagakerjaan, pascatsunami Selat Sunda 22 Desember 2018 hingga 9 Januari 2019, terdapat 48 orang peserta BPJS Ketenagakerjaan yang menjadi korban. Dari total korban itu, 21 orang meninggal dunia, 1 orang hilang, 15 orang masih rawat inap, dan 11 orang rawat jalan.

Tenaga Kerja yang menjadi korban tsunami merupakan tenaga kerja yang terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan pada kantor cabang Bekasi-Cikarang, Grogol, Slipi, Serang-Cikande, Cilandak, dan Salemba.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Khrisna Syarif menuturkan, jumlah santunan tersebut kemungkinan akan bertambah karena masih ada yang menjalani perawatan di rumah sakit. Tenaga kerja yang masih dirawat saat ini berada di RSUD Drajat Prawiranegara, RS Puri Cinere, RS Royal Trauma, dan Sentra Medika Cibinong.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten Teguh Purwanto menambahkan, peserta BPJS Ketenagakerjaan korban tsunami yang menjalani perawatan di rumah sakit, biaya ditanggung oleh pihaknya hingga sembuh. (Aas Arbi)