Sarana Wisata Gunung Luhur Perlu Dilengkapi

0
2.457 views

LEBAK – Sejumlah wisatawan Gunung Luhur, Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber meminta pemerintah, baik Pemprov Banten maupun Pemkab Lebak untuk melengkapi sarana wisata, seperti MCK, tempat ibadah dan fasilitas lainnya. Ketersediaan sarana itu penting dipenuhi, untuk kenyamanan wisatawan yang menikmati panorama alam negeri di atas awan di kawasan tersebut.

Hapid Fahmi, wisatawan asal Kota Serang mengakui, panorama alam di Gunung Luhur cukup mempesona. Hamparan awan yang menutupi lembah dan pemukiman penduduk di wewengkon Citorek menjadi pemandangan yang sulit dilupakan. Namun, kata dia, setiap pengunjung mengaku belum puas karena fasilitas pendukung wisata masih sangat minim. Seperti ketersediaan MCK yang jumlahnya tidak sebanding dengan wisatawan yang datang ke Gunung Luhur.

“Jumlah MCK enggak sebanding dengan pengunjung yang datang ke sana. Jumlah MCK kurang dari 10 unit, sedangkan pengunjung mencapai ribuan. Bahkan, akhir pekan lalu jumlahnya mencapai puluhan ribu. Sehingga arus lalu lintas di sana pun sempat macet parah saking padatnya wisatawan,” kata Hapid kepada Radar Banten, Senin (23/9).

Selain itu, lanjut Hapid, tempat ibadah. Kondisi tersebut membuat pengunjung harus antre dan berdesak-desakan untuk melaksanakan salat. Termasuk masalah petugas keamanan, agar pengunjung yang datang tidak waswas terjatuh saat menikmati indahnya pemandangan di kawasan itu.

“Obyek wisata ini viral di media sosial dan menjadi perhatian luas dari para wisatawan. Pesona alam yang indah dan sejuk menjadi alasan wisatawan untuk datang ke Lebak. Karena itu, fasilitas infrastruktur di lokasi harus dibenahi dan ditambah agar pengunjung tidak kecewa,” harapnya.

Kepala Desa (kades) Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber Narta mengakui, fasilitas di lokasi obyek wisata alam Gunung Luhur masih terbatas. Rencananya, kata dia, pemerintah desa bersama Pemkab Lebak dan Pemprov Banten secara bertahap akan menambah dan membenahi fasilitas pendukung wisata di Gunung Luhur. Namun, kata dia, sebelumnya harus berkoordinasi dan komunikasi terlebih dahulu dengan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Karena obyek wisata alam tersebut berada di areal taman nasional.

“Kita terus melakukan penataan, pembenahan, dan penambahan fasilitas pendukung di Gunung Luhur. Semuanya tidak bisa dilakukan sekaligus. Kita bertahap, karena anggaran yang dimiliki desa juga terbatas,” jelasnya.

Terpisah, Asda Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemkab Lebak Budi Santoso menyatakan, Pemkab Lebak telah berkoordinasi dengan TNGHS terkait rencana penyediaan fasilitas di Gunung Luhur.

Pengelola TNGHS, kata Budi, mendukung rencana pemerintah terkait rencana penataan dan pengelolaan obyek wisata Gunung Luhur. Sehingga, dapat dipastikan ke depan kawasan wisata itu akan lebih baik dan berkualitas.

Didukung oleh Pemprov Banten yang sudah membangun jalan beton menuju wilayah tersebut. “Jalur wisata ke Gunung Luhur sudah relatif lebih baik. Tinggal penambahan fasilitasnya saja. Namun, akan dilakukan secara bertahap,” katanya. (tur/zis)