Satgas Covid-19 Diminta Tak Arogan

0
446 views

Dalam Melakukan Penertiban

RANGKASBITUNG – Insiden cekcok mulut antara Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Peraturan Bupati Tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Covid-19 dengan anggota DPRD Provinsi Banten Ade Hidayat mendapat sorotan Fraksi Gerindra DPRD Lebak.

Para wakil rakyat di partai itu meminta Satgas untuk tidak melakukan tindakan arogansi pada saat penertiban masker.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Lebak Muhamad Agil Zulfikar menyayangkan, insiden yang terjadi di lokasi penyekatan dan operasi masker di Jalan Raya Pandeglang, tepatnya di perempatan Mandala, dua hari lalu.

Peristiwa tersebut, kata dia, mestinya tidak terjadi, jika semua pihak bisa menahan diri dalam menjalankan tugas.

Agil meminta kepada Pemerintah Daerah dan aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Satgas yang berada di garda terdepan dalam penegakan protokol kesehatan.

“Kita menyayangkan peristiwa tersebut. Karena itu, kita minta aparat tidak arogan dalam menghadapi masyarakat,” kata Agil kepada Radar Banten, kemarin.

Menurutnya, DPRD Lebak mendukung sikap tegas Satgas Penegakan Perbup PSBB yang terdiri dari aparat kepolisian, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam mencegah penularan Covid-19, akan tetapi dalam kegiatannya tetap mengedepankan nilai-nilai humanisme.

“Jangan bentak-bentak masyarakat, karena semuanya bisa didiskusikan. Kita minta peristiwa itu tidak terjadi lagi,” harapnya.

Anggota Komisi I DPRD Lebak ini berjanji akan melakukan komunikasi dengan Kepala Dinas Satpol PP Lebak Dartim untuk mengkomunikasikan persoalan yang terjadi di lapangan.

Dia berharap, Satpol PP Lebak mau melakukan evaluasi dalam penindakan terhadap pelanggar protokol kesehatan ke depannya. “Mestinya, kejadian ini bisa dicegah jika petugas yang melakukan operasi di lapangan bertindak santun dalam menindak masyarakat yang tidak menggunakan masker. Prinsipnya, Fraksi Gerindra DPRD Lebak akan mendukung penuh upaya Pemerintah Daerah dalam mencegah penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Lebak Aceng Hakiki menilai, terjadinya kegaduhan antara anggota DPRD Banten dengan Satgas Penegakan Perbup PSBB dilatarbelakangi oleh selisih paham alias salah persepsi.

“Karenanya, kita minta Satgas untuk melakukan evaluasi. Tapi, kita juga ingin anggota dewan atau siapapun yang diberhentikan Satgas di jalan raya untuk patuh dan tidak arogan, sehingga tidak terjadi cekcok mulut yang memicu terjadinya kegaduhan,” ucapnya.

Aceng mendesak, kepada keduabelah pihak untuk saling menghormati dan menghargai. Satgas harus humanis dan tidak arogan dalam menjalankan tugas, begitu juga dengan anggota DPRD Banten Ade Hidayat, harus menghormati dan menghargai petugas yang bertugas di lapangan.

“Kalau sudah saling memahami dan menghargai, saya yakin enggak akan terjadi seperti kemarin. Intinya, harus ada evaluasi agar kejadian tersebut tidak terulang lagi,” katanya.

Untuk diketahui, anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Gerindra Ade Hidayat terlibat cekcok mulut dengan anggota kepolisian dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lebak saat razia masker yang digelar di Jalan Raya Pandeglang, tepatnya di sekitar perempatan Mandala, Desa Kadu Agung Tengah, Kecamatan Cibadak, Kamis (12/11).  (tur/zis)