Satpam Edarkan Ganja, Upahnya Gratis Pakai

0
702 views
Kapolres Serang AKBP Firman Affandi (kiri) didampingi Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Wahyu Diana (kanan) memperlihatkan barang bukti pengungkapan kasus peredaran ganja, Jumat (25/1).

SERANG- Satpam sebuah perusahaan di Kampung Pelamunan, Desa Plamunan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, berinsial BE (25) ditangkap polisi, Selasa (22/1). Lelaki Kelurahan Cilaku, Kecamatan Curug, Kota Serang itu nekat mengedarkan ganja lantaran dijanjikan gratis pakai.

Penangkapan BE berawal dari informasi masyarakat tentang peredaran narkoba jenis ganja di wilayah Kramatwatu, Kabupaten Serang. Berbekal informasi itu, dilakukan penyelidikan oleh polisi.

Hasil penyelidikan polisi mengarah kepada sosok BE. Polisi terus mengintai kegiatan BE. Selasa (22/1) malam, polisi menyergap BE saat bertugas di perusahaan tempatnya bekerja.  

BE tak berkutik. Sebanyak 23 paket daun ganja dan satu linting daun ganja seberat 100 gram ditemukan polisi saat menggeledah tas ransel milik BE.

“Niatnya, mau dijual kepada pembeli. Satu paket ganja dijual seharga Rp100 ribu. Setiap tiga paket ganja yang dijual, tersangka memperoleh satu linting ganja untuk dikonsumsi sendiri,” kata Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Firman Affandi saat jumpa pers di Mapolres Serang, Jumat (25/1).

Saat diinterograsi, BE mengaku daun ganja kering itu diperoleh dari lelaki berinsial Y. BE diminta oleh lelaki asal Kelurahan Dalung, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang itu untuk mengedarkan daun ganja kering. Imbalannya, BE memeroleh keuntungan satu linting ganja. “BE sudah dua kali memeroleh titipan ganja dari Y dengan imbalan gratis pakai,” kata Firman.

Rabu (23/1) dinihari, polisi meringkus Y di kediamannya. Satu bungkus daun ganja kering seberat 4,5 gram ditemukan polisi dari lemari milik tersangka.

“Y membeli barang itu dari salah seorang berinisial O sebesar Rp2 juta,” kata Firman.

Kasatresnarkoba Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Wahyu Diana menambahkan polisi masih mencari keberadaan O. “Kita tidak akan berhenti di Y. Sampai sekarang O masih dalam pengejaran,” kata Wahyu.

Saat ini, kata Wahyu, keduanya disangka melanggar Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 111 ayat (1) Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. “Ancaman pidananya lima tahun penjara,” kata Wahyu.  (mg02/nda/ags).