Satpol PP Cilegon Angkut Pengemis ke Rumah Dinas Walikota

Pengemis yang terjaring razia dibawa ke rumah dinas walikota Cilegon untuk didata.

CILEGON – Enam pengemis di Masjid Agung Cilegon dibawa oleh anggota Satpol PP Kota Cilegon ke halaman rumah dinas walikota usai salat. Mereka berusia mulai dari 46 tahun hingga 85 tahun.

Plt Kasitrantib Satpol PP Kota Cilegon Elang Ramlan mengatakan, razia terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), seperti gelandangan dan pengemis, dilakukan untuk menjaga ketertiban kota.

“Ini seperti apa yang diharapkan oleh pemerintah dan Walikota agar tidak ada suasana yang tidak enak, serta untuk ketertiban wilayah. Ada enam pengemis yang terjaring, setelah kita data dua orang merupakan warga Cilegon, dan empat orang lainnya dari Anyer, Kasemen, dan Bojonegara,” ujar Elang, Jumat (25/11).

Pengemis yang terjaring akan segera diserahkan ke Dinas Sosial Cilegon agar didata lagi. Khusus untuk warga Cilegon agar mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Nanti juga akan ada pendataan lanjutan di Dinsos. Kemudian berkoordinasi dengan RT dan RW hingga kelurahannya agar mendapatkan bantuan dari pemerintah,” tuturnya.

Yani (54), pengemis ber-KTP Cilegon, mengaku mengemis lantaran suaminya sedang sakit sejak dua bulan lalu. “Saya juga sudah lebih dari tiga tahun tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Seperti raskin, dan BLT. Dulu pernah dapat, tapi sudah dicoret sama RT-nya,” katanya. (Riko)