Satpol PP Cilegon Ngaku Kesulitan Atasi PKL

0
255

CILEGON – Di Kota Cilegon tidak hanya pedagang kaki lima (PKL) yang memanfaatkan trotoar untuk berjualan, juga pemilik toko-toko besar yang tokonya berada di tepi jalan. Mereka sengaja meletakan barang dagangannya di trotoar.  

Disinggung mengenai hal tersebut, Kasi Pembinaan Personel pada Satpol PP Kota Cilegon Adang Wahyudin mengatakan, pihaknya mulai dari Jalan Pondok Indah Cilegon hingga Simpang Tiga Kota Cilegon telah menempatkan sebanyak 30 personel untuk menertibkan para pedagang  yang meletakan barang dagangannya di trotoar.   “Sudah kita berikan teguran berkali-kali, tapi kesulitannya mereka selalu main kucing-kucingan dengan kita. Kita datang, dia pergi. Begitu seterusnya. Apalagi personel kita kan terbatas dan tidak bisa harus berada di lokasi itu saja,” ujar Adang, saat dihubungi melalui telepone selular, Minggu (3/4).

Dijelaskan Adang, dalam bulan April ini pihaknya bersama Dinas Tata Kota Cilegon, dan Disperindagkop Cilegon akan melakukan penertiban PKL di dua lokasi sesuai dengan arahan Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi. “Masalah PKL sudah kita bahas, dan kita akan membuat tim bersama DTK (Dinas Tata Kota), yaitu tim koordinasi penataan kota. Pol PP siapkan personel sebanyak 60 orang,” katanya.  

Seorang pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar bernama Yusuf mengaku sudah berjualan hampir lima tahun. “Selama ini aman-aman saja kita berdagang di sini, engga pernah ada pihak lain yang mengusik,” kata Yusuf. (Riko)