Satpol PP Kota Tangerang Perketat Pengawasan di Lokasi Keramaian

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tak dipedulikan warga. Mereka banyak keluar rumah untuk mencari takjil yang dijual di sekitar Kali Sipon, Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (30/4).

TANGERANG-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, memperketat penjagaan di beberapa lokasi keramaian selama Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) tahap II. Fokus Satpol PP adalah tempat yang banyak didatangi masyarakat untuk membeli takjil. Seperti Pasar Anyar, Pasar Lama, Pasar Sipon dan pusat keramaian selama Ramadan.

Kasatpol PP Kota Tangerang Agus Hendra mengatakan, dalam PSBB tahap II ini seluruh anggota Satpol PP dikerahkan ke lokasi keramaian. Mereka akan bertugas memberikan imbauan dan juga melakukan pemeriksaan kepada kendaraan yang ingin masuk ke lokasi tersebut.

“Jadi para petugas ini akan berjaga di lokasi penjualan takjil yang selalu ramai didatangi masyarakat. Selain itu kami juga memberi imbauan kepada para pengendara mobil dan motor. Jika tidak menggunakan masker, kita perintahkan untuk kembali ke rumah. dan bagi pengendara mobil harus mengikuti aturan PSBB,”ujarnya di kawasan Pasar Lama, Minggu (3/5).

Agus menambahkan, selama PSBB tahap II berlangsung, masyarakat terus diimbau untuk mengikuti aturan PSBB. Karena dengan menerapkan PSBB selama 14 hari ke belakang, kasus penyebaran virus corona di Kota Tangerang sedikit menurun.

“Maka itu, di PSBB tahap II ini masyarakat diminta untuk bisa bekerjasama dengan kita. Hal itu agar penyebaran virus corona di Kota Tangerang terus berkurang, kita tidak lelah memberikan imbauan kepada masyarakat selama PSBB tahap II ini,” paparnya.

Ia menjelaskan, memang selama PSBB di Kota Tangerang ditambah dengan ramadan ini banyak masyarakat yang keluar rumah untuk mencari sajian buka puasa. Tetapi, masyarakat juga harus ingat, selama PSBB mereka harus mengikuti aturan agar bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Kami juga memberikan imbauan kepada para pedagang, kita tidak melarang para pedagang untuk berjualan. Tetapi, harus juga mengingat aturan seperti mengatur jarak dan juga menjaga lokasi berjualannya tetap bersih,”ungkapnya.

Agus menuturkan, selain pusat keramaian, para petugas juga disiagakan di lokasi check point. Di sana, para petugas membantu menertibkan warga agar taat pada aturan PSBB.

“Kebanyakan memang para pengendara motor mereka tidak menggunakan masker, tetapi dari hasil PSBB tahap I sudah banyak masyarakat yang sadar untuk menggunakan masker,” tutupnya. (asp/rbnn)