Satpol PP Stop Pembangunan Kolam Renang di Cikulur

0
862 views

LEBAK – Aparat Kecamatan Cikulur bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan unit reserse kriminal (Reskrim) Polsek Cikulur menghentikan aktivitas pembangunan kolam renang yang tidak berizin di Kampung Mandeg Dukuh pada Jumat (5/6). Selain itu, kegiatan pembangunan kolam renang milik Sarip dituding telah merusak jalan poros desa antara Cikulur dan Cigoong Utara.

Camat Cikulur Iyan Fitriyana mengatakan, pemerintah kecamatan menerima pengaduan dari masyarakat dan pemerintah desa terkait pembangunan kolam renang yang tidak berizin. Karena itu, pihaknya melaporkan masalah tersebut kepada Satpol PP Kabupaten Lebak. Satpol PP Lebak kemudian mendelegasikan kepada Satpol PP kecamatan untuk menghentikan kegiatan pembangunan kolam renang.

“Saya bersama Satpol PP kecamatan, unit Reskrim Polsek Cikulur, dan pemerintah desa mendatangi lokasi. Setelah memberikan pemahaman terhadap orangtua pemilik kolam renang Citra, kita tutup aktivitas di sana,” kata Iyan Fitriyana kepada Radar Banten, Sabtu (6/6).

Sesuai arahan Bupati Lebak, pemerintah daerah terbuka terhadapinvestasi atau kegiatan usaha yang dilakukan investor maupun pengusaha lokal. Tapi, kegiatan usaha atau investasi di daerah harus sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Mereka harus mengurus izin terlebih dahulu, sehingga kegiatan usaha yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Prinsipnya kita enggak melarang orang untuk investasi atau berusaha. Kita hanya memberinan edukasi agar pengusaha atau investor mengurus izin jika melakukan kegiatan usaha di Lebak,” terangnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Cikulur, Kecamatan Cikulur, Tatang mengatakan, masyarakat banyam yang menyampaikan keluhan terkait kegiatan pembangunan kolam renang. Untuk itu, pemerintah desa meneruskan keluhan tersebut kepada pemerintah kecamatan. Karena, pemerintah desa sudah tidak dianggap oleh pemilik kolam renang tersebut.

“Saya sudah menegur pemilik lahan agar menaati aturan dan memperbaiki jalan yang rusak sepanjang 200 meter akibat mobil proyek. Tapi teguran yang saya sampaikan enggak pernah didengar,” ujarnya.

Ditanya apakah pemilik kolam renang ada di lokasi saat penutupan oleh Satpol PP, Tatang mengatakan, orangtua pemilik kolam renang Citra ada di lokasi. Namun, dia tidak mengatakan apapun ketika kegiatan pembangunan dihentikan.

“Satpol PP bersama Pak Camat mengarahkan kepada Pak Citra untuk mengurus izin terlebih dahulu. Kayaknya Pak Citra akan konsultasi terlebih dahulu dengan anaknya yang memiliki usaha di Jakarta,” tukasnya.(Mastur)