Satroni Kantor Dindikbud, Maling Nekat Bobol Mobil Pengunjung

Sebuah minibus yang diduga milik pelaku diparkir tepat di depan mobil milik korban di halaman parkir Dindikbud Kota Serang, Rabu (15/5)

SERANG – Kawanan maling menyatroni kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Rabu (15/5). Bandit jalanan ini membobol mobil milik salah satu pengunjung. Uang tunai sebesar Rp15 juta di dalam mobil berhasil dicuri.

Aksi pencurian itu sempat terekam closed circuit television (CCTV) atau kamera pengintai kantor Dindikbud Kota Serang. Pencurian itu terjadi sekira pukul 10.45 WIB. Sosok lelaki mengenakan topi dan kaos hitam terlihat mendatangi area parkir. Dia berjalan menuju sisi kiri sebuah minibus warna hitam.

Tak lama sebuah mobil Suzuki Ertiga nopol A 1537 AN mendekati minibus tersebut. Mobil yang diduga dikemudikan rekan pelaku itu langsung berhenti tepat di depan minibus. Sehingga aksi pelaku tak dapat diketahui orang lain.

Saat bersamaan, lelaki yang mengenakan topi itu mengotak-atik pintu depan mobil. Setelah pintu terbuka, pelaku memeriksa bagian dalam mobil. Tak lama pelaku keluar dari mobil dan membuka pintu tengah. Pelaku masuk kembali ke dalam mobil dan keluar mengambil uang sebesar Rp15 juta.

Seusai mendapatkan yang dicari, pelaku masuk ke dalam mobil bewarna putih tersebut dan meninggalkan lokasi.  “Pelaku itu melihat kondisi mobil korban lebih dulu. Enggak lama setelah itu temannya itu datang bawa mobil dan menutupinya agar tidak kelihatan,” kata Satpam Dindikbud Kota Serang Yanto, Kamis (16/5).

Kata Yanto, pemilik mobil yang belum diketahui identitasnya sedang berkunjung ke kantor Dindikbud Kota Serang usai menarik tunai dari salah satu bank. Pelaku beraksi saat areal parkir dalam kondisi sepi. “Korbannya itu habis dari bank, mungkin diikuti. Kalau mobil emang banyak yang bagus, tapi yang dicuri itu uangnya sekitar Rp15 juta,” kata Yanto.

Pemilik mobil baru mengetahui menjadi korban pencurian saat akan meninggalkan kantor Dindikbud Kota Serang. Korban mendapati pintu mobilnya tak terkunci. “Korban katanya bapak-bapak. Katanya, kerja di kantor kecamatan. Setelah pencurian, korban melapor ke Polsek Cipocok,” kata Yanto.

Sementara, Kapolsek Cipocok Komisaris Polisi (Kompol) Bambang Wibisono belum dapat dikonfirmasi. Bambang tak dapat ditemui saat Radar Banten mendatangi Mapolsek Cipocok. “Kapolsek sedang keluar. Kalau pencurian yang di Dinas Pendidikan, itu ditangani anggota lain. Saat ini dia (penyidik-red) sedang lepas piket. Saya tidak tahu mengenai kronologis kejadian tersebut,” tutur anggota Polsek Cipocok yang enggan disebut namanya. (mg05/nda/ags)