Satu Keluarga Tertabrak Kereta Api, Satu Tewas

SERANG – Perlintasan kereta api (KA) di Kota Serang kembali menelan korban. Rabu (18/4), satu keluarga yang menumpang sepeda motor ditabrak KA Jurusan Merak-Rangkasbitung di Kampung Sukajaya, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Informasi diperoleh, kecelakaan berawal saat Nahadi (30) bersama istri dan kedua anaknya bertandang ke kediaman kerabatnya di Kelurahan Banten. Saat asyik berbincang bersama keluarga, anak perempuan Nahadi bernama Intan (9) meminta dibelikan mainan. “Ada hajatan (resepsi pernikahan-red) di rumah saudaranya, kalau rumah (Nahadi-red) di Kalanganyar, Kramatwatu,” kata warga sekitar bernama Ranita di lokasi kejadian.

Nahadi mengabulkan permintaan putrinya. Selain Intan, Nahadi turut serta mengajak istrinya Suniti (29) dan putra bungsunya Rafasa (1). Satu keluarga itu pergi menggunakan motor Honda Vario nopol A 3373 HN menuju kawasan Banten Lama. “Mungkin sekalian jalan-jalan makanya istri sama anaknya dibawa semua,” kata Ranita.

Nahadi mengendarai motor menuju kawasan Banten Lama. Suara klakson peringatan KA dengan masinis Bangun Riyadi tidak terdengar oleh Nahadi. “Bagian depan motor sudah masuk rel. Dia (Nahadi-red) berusaha mundurin motor. Tapi, keburu ketabrak,” kata Ranita.

Benturan kereta besi itu membuat Nahadi sekeluarga terseret sekira 12 meter. Nahadi tewas seketika lantaran luka berat pada perut, kepala dan punggung. Sementara, dua anak korban mengalami luka ringan. “Istrinya patah kaki dan bagian mukanya luka parah. Katanya, langsung dibawa ke rumah sakit. Saya enggak tahu karena langsung pingsan (tak sadarkan diri-red),” kata Ranita.

Jaka, warga setempat lainnya, menjelaskan bahwa tidak ada penjagaan perlintasan KA tersebut. Pemuda setempat hanya menjaga perlintasan tersebut pada momen tertentu saja. “Kaya Lebaran, Tahun Baru, puasa. Kalau hari biasa, enggak ada yang jaga,” kata Jaka.

Selain perlintasan tidak dijaga, diduga kecelakaan maut itu terjadi karena jarak pandang terhalang bangunan permukiman. “Kan dari arah sana kereta enggak kelihatan, ketutup bangunan,” ucap Jaka.

Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komarudin mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat melintas di perlintasan KA. “Untuk permukiman, harus disediakan juga palang perlintasan,” kata Komarudin. (Merwanda/RBG)