Satu Tahun Syafrudin-Subadri: Kurangi Seremonial, Percepat Pembangunan

0
436 views

SERANG – Kota Serang di bawah kepemimpinan Syafrudin-Subadri Ushuludin genap setahun. Pasangan dengan tagline Aje Kendor ini dituntut kerja lebih keras dan mengurangi agenda seremonial.

Tuntutan tersebut bukan saja untuk menyelesaikan setumpuk persoalan, juga langkah mempecepat pembangunan. Apalagi, Kota Serang berstatus sebagai Ibukota Provinsi dan etalase Provinsi Banten.

Tokoh Masyarakat Embay Mulya Syarief mengatakan, tidak terasa berjalan setahun kepemimpinan Syafrudin-Subadri. “Lima tahun itu cepat, dan sekarang tidak terasa sudah setahun. Untuk itu progresnya perlu dipercepat,” katanya kepada Radar Banten, Kamis (5/12).

Menurutnya, banyak masalah yang mendesak untuk diselesaikan. Mulai dari kebersihan lingkungan, kemacetan, drainase sampai kemaksiatan. Belum lagi, soal pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. “Sekali lagi perlu percepatan dan kerja keras,” ujar Embay.

Pelayanan publik, lanjut Embay, harus terus ditingkatkan. Walikota dan Wakil Walikota adalah pelayan masyarakat. “Mereka harus melayani dan jangan merasa jadi raja setelah punya jabatan. Jabatan itu sementara, jadi harus digunakan semaksimal mungkin melakukan akselerasi,” katanya.

Kata Embay, Kota Serang adalah ibukota sekaligus etalase Provinsi Banten. Saat orang ke Banten yang pertama kali dilihat adalah Kota Serang. “Saya minta dipercepat bukan berarti bilang mereka tidak bekerja. Kita terima kasih mereka sudah bekerja, tapi perlu lebih keras sehingga capaiannya terukur,” ujarnya.

Embay menyarankan walikota dan wakil walikota mengkonsolidasikan OPD-nya. “Ini OPD seperti masih dalam bayang-bayang pemimpin yang lama. Makanya perlu dikonsolidasikan sehingga apa yang dikerjakan dirasakan langsung masyarakat,” katanya.           

Senada dikatakan tokoh masyarakat Kota Serang Matin Syarkowi. Menurutnya, selama setahun ini belum ada perkembangan yang luar biasa. “Belum ada yang signifikan, ini perlu percepatan, kerja subtansial dan tidak banyak-banyak seremonial,” katanya.

Menurutnya, Pemkot Serang harus fokus melakukan pembenahan pelayanan dasar di bidang kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. Selain itu, tata ruang, kemacetan, drainase, dan lingkungan. “Ini kan masih banyak jalan ke rumahan yang tidak layak dibilang kota, belum lagi banjir jika musim hujan,” katanya.

Ia meminta percepatan pembangunan dilakukan dengan fokus pada yang menjadi visi misi Kota Serang. “Paling tidak lebih majulah. Kalau evaluasi masa lalu dianggap kelemahan maka harus diselesaikan kepemimpinan hari ini,” kata Matin.        

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Serang Roni Alfanto mengatakan, penanganan sampah, pedagang kaki lima (PKL) dan kemacetan menjadi beberapa fokus Pemkot Serang. Namun, belum semuanya maksimal hingga satu tahun kepemimpinan.

Kata dia, penataan pasar dari Pasar Induk Rau (PIR), Pasar Lama dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) maksimal. Sedangkan untuk sampah dinilainya sudah cukup baik. “Kalau untuk sampah sudah terlihat seperti DLH ada bank sampah, tapi PKL belum maksimal,” katanya.

Bidang kesehatan, Roni menilai, belum semua selesai. Dia mencontohkan, angka gizi buruk dan stunting yang masih banyak. “Stunting masih ada, itu harus dikurangi kalau bisa dihilangkan, kalau ada penurunan kita apresiasi,” ujarnya.

Walikota Serang Syafrudin mengakui masih banyak pekerjaan yang belum selesai. Namun, ia menyatakan, sudah banyak capaian yang dikerjakannya selama satu tahun memimpin Kota Serang.

Syafrudin menyebut capaian bidang infrastruktur. Kata dia, Pemkot sudah membangun sebanyak 52 titik jalan lingkungan. Jalan tersebut juga sudah dilakukan betonisasi dan hotmix di beberapa jalan poros. “Saya kerja satu tahun memang harus dipertanggung jawabkan terutama apa saja yang sudah dikerjakan dalam kepemimpinan saya ini,” katanya.

Syafrudin juga mengaku sudah melaksanakan beberapa janji politiknya. Di antaranya, memberikan honor guru ngaji, marbot masjid dan pemandi jenazah. Selain itu, di masa kepemimpinan juga sudah berhasil melakukan launching RSUD Kota Serang. “Dari sisi kesehatan kita juga sudah menurunkan angka kematian bayi dan ibu sudah 100 persen lebih kemudian stunting dan gizi buruk berkurang di Kota Serang,” ucapnya.

Menurutnya, program prioritas 100 hari kerja yang pernah disampaikan pada awal menjabat juga sudah tercapai. Misalnya, pengelolaan sampah. Kata dia, saat ini sudah tidak ada lagi tumpukan sampah di Kota Serang.

Kemudian, kemacetan yang difokuskan di Terowongan Terondol juga diklaim berhasil. “PKL juga sudah kita laksanalan yang di stadion dan Pasar Rau sekalipun belum maksimal tapi sudah kita laksanakan. Saya kira kalau tercapai belum, bagaimana pun juga namanya manusia banyak kekurangan dan kelebihan,” tuturnya.

Pada tahun kedua, ucap Syafrudin, akan fokus pada tiga kebutuhan dasar masyarakat. Yakni, infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. “Kekurangan ini yang menjadi tanggung jawab kami mudah-mudahan kedepan kekurangan ini akan kami perbaiki,” ujarnya. (ken/air/ags)