Satu Warga Serang Diisolasi di RSUD dr Dradjat Prawiranegara

0
5.655 views
Direktur Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang Rahmat Setiadi (kedua dari kanan) menggelar jumpa pers mengenai satu pasien terindikasi infeksius yang dirawat di ruang isolasi RSDP, Selasa (3/3).

SERANG – Satu warga Kabupaten Serang tengah dirawat di ruang isolasi RSUD dr Dradjat Prawiranegara Serang (RSDP), Selasa (3/3). Pasien berjenis kelamin perempuan yang sudah lanjut usia itu masuk ruang isolasi sekira pukul 12.00 WIB.

Kabar tentang pasien itu tersebar luas di jejaring media sosial (medsos) dan pesan berantai WhatsApp. Salah satu akun memposting proses pemindahan pasien menuju ruang isolasi menggunakan mobil ambulans di depan instalasi gawat darurat (IGD). Beberapa petugas terlihat menggunakan alat pelindung diri (APD).

Postingan tersebut membuat geger warganet. Apalagi, akun bernama Alfonso SiLaban menambahkan keterangan pada postingannya bahwa pasien terinfeksi virus corona. “Ni pasien corona di RSUD Serang Banten telah dikirim ke Jakarta,” tulis akun tersebut. Namun, setelah mendapatkan berbagai tanggapan dari warganet, pemilik akun langsung menghapus postingannya.

Pihak RSDP langsung angkat bicara terkait informasi yang viral di medsos itu. Direktur RSDP Rahmat Setiadi membenarkan gambar dalam video itu berlokasi di RSDP. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah pasien terjangkit virus corona atau bukan. “Sampai detik ini (kemarin sore-red), kita masih melakukan pemeriksaan terhadap pasien,” katanya saat menggelar juma pers di RSDP.

Ia juga belum bisa memastikan apakah pasien suspect corona atau bukan. Kata dia, pasien dimasukkan kategori pasien infeksius. Oleh karena itu, pihaknya melakukan prosedur tetap (protap) perawatan kepada pasien di ruang isolasi. “Protap ini juga kita lakukan untuk pasien infeksius lainnya, bisa SARS, covid-19, flu burung, dan infeksius lainnya,” ujarnya.

Di ruang isolasi, kata Rahmat, pihaknya melakukan pemeriksaan secara bertahap terhadap kondisi pasien. Kemudian, dokter yang menangani akan berkoordinasi dengan Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta jika diperlukan rujukan. “Pemeriksaan virus harus dilakukan di rumah sakit rujukan,” terangnya.

Rahmat juga belum bisa memastikan berapa lama pasien dirawat di ruang isolasi. Menurutnya, lama perawatan di ruang isolasi sesuai dengan kondisi. “Nanti dokter paru yang akan melakukan penanganan, juga yang akan berkomunikasi dengan RSPI apakah harus dirujuk atau tidak,” katanya.

Dalam waktu dekat, kata dia, pihaknya akan merujuk pasien ke RSPI Sulianti Saroso untuk penanganan lebih lanjut. Sementara ini, pasien masih ditangani oleh dokter spesialis paru di ruang isolasi. “Secepatnya kita akan rujuk, yang memutuskan diagnosanya nanti ada di rumah sakit rujukan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kata Rahmat, pasien tersebut mengalami gejala pilek, demam, dan sesak napas. Oleh karena itu, pihaknya langsung melakukan protap perawatan pada pasien. “Protap ini selalu kami lakukan untuk setiap pasien infeksius, dulu juga saat penanganan difteri, flu burung, kita lakukan protap ini,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Humas RSDP Haerul Anam menambahkan, pasien tersebut dibawa ke RSDP pada pukul 10.00 WIB. Saat dijemput dari kediamannya, pasien sudah mengenakan masker. “Kita bawa ke IGD, kemudian ruang IGD kita sterilkan dan langsung kita bawa ke ruang isolasi,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima RSDP, kata Anam, pasien baru pulang ke Tanah Air setelah setelah menjalankan ibadah umrah. Pasien berangkat ke Saudi Arabia pada 19 Februari 2020 dan kembali ke Tanah Air pada 29 Februari 2020. Namun, Anam enggan menyebutkan alamat pasien. “Kita menjaga privasi pasien, mungkin teman-teman media sudah tahu lebih dulu,” ujarnya.

Anam mengatakan, sudah membentuk tim untuk penanganan kasus infeksius. Tim tersebut melibatkan 16 dokter. Selain itu, kata dia, pihaknya juga sudah menyiapkan empat ruang isolasi untuk perawatan pasien infeksius. “Untuk alat pelindung diri petugas juga sudah kita siapkan,” ujarnya.

Sementara itu, setelah video penanganan pasien infeksius itu viral di media sosial, beredar klarifikasi yang mengatasnamakan keluarga pasien. Dalam pesan singkat yang beredar itu, pasien diketahui merupakan warga Kecamatan Bojonegara. Dalam pesan itu, pasien disebut sudah melakukan pemeriksaan dan hasilnya negatif corona.

Radar Banten mencoba menghubungi kerabat pasien yang mengaku bernama Kiki yang nomornya tercantum dalam pesan singkat itu. Melalui pesan singkat, Kiki mengatakan bahwa keluarganya itu didiagnosa sakit paru-paru dan kelelahan. “Memang beliau dari dulu punya riwayat sakit paru-paru,” katanya singkat.

Meski demikian, hingga tadi malam pihak RSDP masih melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Pemeriksaan dilakukan di ruang isolasi dengan dokter spesialis paru. “Masih diisolasi, biasanya sampai besok (hari ini-red), nanti kita lihat hasilnya kalau kondisinya bagus dipindah ke ruang perawatan biasa,” kata Wakil Direktur RSDP Bagian Umum dan Keuangan Encup Suplikhah saat dihubungi pukul 20.50 WIB. (Rozak)