Saung Inggris Kanguru dan Koreda Banten Santuni Penghapal Alquran

0
920 views

SERANG – Saung Inggris Kanguru kembali melakukaan kegiatan sosial. Kali ini adalah santunan bagi para penghapal Alquran, kaum dhuafa, anak yatim, dan penyandang disabilitas. Kegiatan turut didukung oleh mahasiswa Untirta yang tergabung dalam Komunitas Area Disabilitas (Koreda Banten). Sebelumnya mereka mengadakan santunan untuk korban Covid-19 dan santunan anak yatim.

Founder Saung Inggris Kanguru Abbadi Said Thalib mengatakan, kegiatan digelar Pandeglang, Serang, dan Kota Cilegon. Kegiatan santunan ini berlangsung selama 7 hari yang dilakukan mulai dari Pandeglang dan selanjutnya menyebar di beberapa daerah di Banten lain. “Alhamdulillah kegiatan mendapat respons positif mulai dari para pegiat disabilitas dari berbagai daerah maupun dari tokoh masyarakat,” katanya.

Kegiatan itu dilakukan secara door to door. Meski membutuhkan waktu yang cukup lama karena untuk mencapai beberapa titik tempat tinggal penerima bantuan melalui medan terjal dan berliku.

Kata Abbadi, menariknya di Pandeglang ada salah satu penghapal Alquran, Hafsoh penyandang disabilitas tunanetra yang berhasil hapal 18 juz dalam kurun waktu singkat. Sementara Firdaus seorang penyandang tuna grahita menjuarai lomba lari tingkat provinsi pada 2018, serta Fauzi dari Cilegon adalah juara 2 tingkat nasional dalam ajang lomba “boccia” pada 2019.

“Semoga program ini dapat membantu mereka yang belum sepenuhnya tersentuh program bantuan pemerintah, karena mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita semua. Dengan demikian harapannya kegiatan ini bisa terus berlanjut setiap bulan sehingga mereka mendapat perhatian lebih agar mereka tidak putus harapan, dan putus sekolah serta bisa terus melanjutkan pendidikan juga memaksimalkan potensi yang mereka miliki,” kata Abbadi.

Abbadi menambahkan agar kisah tentang mereka bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda saat ini dan juga bisa didengar oleh masyarakat luas.

Hal senada dikatakan Moch Ridwan, Ketua Umum Koreda Banten. Dia berharap masyarakat tidak memandang sebelah mata kepada para penyandang disabilitas, di antara mereka ternyata banyak yang berprestasi baik tingkat provinsi maupun tingkat nasional yang telah mengharumkan nama daerah masing-masing. “Hal ini juga sepatutnya dapat didukung oleh pemda,” katanya. (alt)