JAKARTA – Pemberitaan di media yang kerap menyudutkan pihak-pihak tertentu, membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) gerah. Dalam acara peluncuran Rajawali Televisi di Jakarta Convention Center (JCC), SBY meminta televisi nasional baru tersebut untuk menyampaikan berita yang adil dan berimbang.
“Khusus untuk berita atau news yang tentu jadi bagian tayangnya Rajawali Televisi, saya berharap menyiarkan berita yang akurat dan berdasar kebenaran. Lakukan peliputan dan penyiaran secara fair dan balance,”papar SBY dalam sambutannya di acara tersebut, kemarin (3/5/2014).
SBY memaparkan, selama 10 tahun menjabat sebagai Presiden, pihaknya kerap menyaksikan banyaknya pemberitaan yang tidak berimbang. Menurut dia, hal tersebut akan meracuni rakyat Indonesia.
“Ibaratnya masyarakat minum air gelas keruh, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun maka dia akan sakit. Demikian juga kalau masyarakat dapat info yang tidak benar, tidak akurat, maka masyarakat kita akan sakit. Masyarakat yang sakit tidak akan maju,” paparnya.
Karena itu, SBY berharap media dapat membantu membuka pikiran masyarakat. Sehingga masyarakat tidak menjadi bangsa yang pesmistis. Sebab, optimisme diperlukan di tengah permasalahan bangsa yang kompleks.
Orang nomor satu di Indonesia itu pun mencontohkan kemarin, dirinya mendapat kabar baik dari Menteri Keuangan Chatib Basri. World Bank (Bank Dunia) menetapkan Indonesia dalam peringkat 10 Negara Ekonomi Terbesar di dunia. Peringkat tersebut naik dibanding tahun sebelumnya yang hanya di peringkat 16.
“Bank Dunia telah menetapkan peringkat ekonomi sedunia dari segi ukuran GDP (Gross Domestic Product) dan Purchasing Power Imparity (Tingkat Daya Beli), Alhamdulillah Indonesia menjadi negara ekonomi nomor 10 di dunia. Urutan pertama Amerika Serikat, lalu Tiongkok, India, Jepang, Jerman, Rusia, Brazil, Prancis, Inggris, dan Indonesia. Ini adalah awal yang baik, tapi masih panjang perjalanan kita. Tapi kalau diantara kita mengatakan mana bisa Indonesia, ubahlah. Indonesia pasti bisa,” tegasnya.
Ada yang berbeda dalam penyampaian pidato kemarin, suara kepala negara tersebut terdengar serak. SBY pun sempat menyampaikan bahwa dirinya memang tengah sakit batuk.
Bahkan, di tengah-tengah berpidato, dia sempat berhenti sebentar untuk minum. Dia juga dua kali meminta maaf. “Mohon maaf suara saya terganggu karena batuk,” katanya. (jpnn)