SERANG – SD Tamansari di Kampung Citaman,  Desa Tamansari, Kecamatan Baros,  Kabupaten Serang rusak parah setelah diterjang banjir. Dua lokal ruang kelas hancur,  ruang perpustakaan, sejumlah ruang kelas lain,  dan kantor digenangi lumpur kurang lebih setinggi 20 centimeter.

Kepala Sekolah SD Tamansari Ali menuturkan,  banjir terjadi kemarin sekira pukul empat sore setelah hujan deras mengguyur kampung tersebut kurang lebih selama dua jam. “Saya lagi di rumah ada sms,  pak ada yang roboh,  sekolahan,  habis magrib saya ke sini,” ujar Ali kepada awak media saat ditemui di lokasi bencana,  Sabtu (6/5).
Menurut Ali,  derasnya air yang menghantam gedung sekolah membuat meja dan kuris dua ruang kelas yang hancur hanyut.  Bukan hanya kursi dan meja,  pagar besi yang melindungi rung kelas pun ikut hanyut.
Sedangkan di ruang  perpustakaan dan kantor,  banjir yang datang beserta lumpur membuat koleksi buku perpustakaan, buku catatan administrasi sekolah,  serta berkas penting milik sekolah hancur.  Alat elektronik seperti komputer dan printer pun tak luput dari terjangan banjir.  Rusak,  tak lagi berpungsi.
Kendati ruang kelas hancur,  menurut Ali kegiatan belajar mengajar untuk 274 siswa yang bersekolah di sekolah tersebut Senin mendatang tetap berjalan.  Hanya hari ini yang diliburkan.
“Kelas yang sana masih bisa di pakai,  tapi untuk sekolah sementara pakai tenda sebagian. Kita sudah minta bantuan,” ujarnya.
Sementara itu,  Kabid Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Marjuki Rauf menjelaskan,  selain merusak sekolah,  banjir pun merusak tiga rumah milik warga serta madrasah diniyah.
“Untungnya tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan warga,  lanjut Marjuki,  diduga banjir tersebut terjadi karena jebolnya waduk disekitar kebun buah naga yang berada di desa tersebut.  “Disana ada kubangan jebol,  dari keterangan warga sebelum ada kebun, tidak seperti ini,  air kesini tapi tidak besar,” tutur Marjuki.
Marjuki mengaku akan melaporkan seluruh keterangan warga kepada Pemkab Serang.  Untuk sementara pihaknya fokus terhadap evakuasi warga dan pemberian bantuan.  “Kita terjunkan banyak personel,  bantuan pokok seperti makanan siap saji sudah kita salurkan,” ujarnya.  (Bayu Mulyana/coffeandchcococake@gmail.com)