Seba Baduy Digelar Setelah Lebaran

0
525 views
Jaro Tanggungan 12 Saidi Putra menyerahkan laksa kepada Bupati Iti Octavia Jayabaya saat Seba Baduy 2019 di Pendopo Bupati Lebak tahun lalu.

RANGKASBITUNG – Di tengah pandemi corona atau Covid-19, masyarakat adat tetap menggelar Seba Baduy pada 30 Mei 2020 atau setelah lebaran idul fitri. Namun, warga Baduy yang akan turun gunung untuk melaksanakan ritual Seba Baduy hanya 30 orang, karena untuk mencegah penyebaran virus corona yang mewabah di dunia.

Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Jaro Saija menyatakan, hasil musyawarah lembaga adat, Jaro Tantu Tilu, Jaro Tantu Tujuh, dan pemerintah Desa Kanekes memutuskan untuk menggelar Seba Baduy pada 30 Mei 2020 atau setelah lebaran. Keputusan tersebut telah disampaikan pemerintah Desa Kanekes kepada Bupati dan Gubernur Banten. Tidak seperti tahun sebelumnya, jumlah peserta yang akan ikut dalam Seba Baduy tidak banyak, karena untuk mencegah wabah virus corona.

“Iya, kita akan laksanakan Seba Baduy pada 30 Mei 2020 di pendopo Bupati Lebak. Keesokan harinya, perwakilan warga Baduy akan menggelar Seba di pendopo Gubernur Banten di Serang,” kata Saija ketika dihubungi Radar Banten, kemarin.

Menurutnya, warga yang akan berangkat mengikuti Seba Baduy, yakni perwakilan dari Baduy Dalam, Jaro Tantu Tujuh, pengurus RT, dan lembaga adat. Mereka nantinya akan tetap membawa hasil bumi untuk diserahkan kepada Bupati maupun Gubernur Banten. Terkait teknis pelaksanaan Seba Baduy akan dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan Pemkab Lebak dan Pemprov Banten.

“Kami berharap, pandemi corona atau Covid-19 di Indonesia segera berakhir. Karena bagaimana pun warga Baduy ikut terdampak. Apalagi, jika wabah corona ini tidak cepat dikendalikan,” ungkapnya.

Sejak awal, masyarakat Baduy khawatir terkait penyebaran wabah Covid-19. Untuk itu, pemerintah desa bersama lembaga adat Baduy menutup akses wisata menuju Baduy. Tujuannya untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran virus corona.

“Kalau wisatawan tetap dibebaskan, masyarakat khawatir akan terjadi penyebaran virus kepada masyarakat adat. Karena itu, tradisi Seba Baduy pun pesertanya kita batasi untuk mencegah dan meminimalisasi penularan virus,” tegasnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lebak Imam Rismahayadin membenarkan, tradisi tahunan Seba Baduy akan dilaksanakan pada 30 Mei 2020. Tidak ada event atau pun acara penyambutan yang meriah seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena, anggaran untuk menggelar event Seba Baduy direalokasi untuk penanganan Covid-19.

“Pemkab sudah menerima pemberitahuan dari pemerintah desa dan lembaga adat Baduy tentang waktu pelaksanaan Seba Baduy, yakni 30 Mei 2020,” jelasnya.

Terkait peserta Seba, Imam mengatakan, jumlah warga Baduy yang turun gunung untuk ikut Seba Baduy dibatasi. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang sedang mewabah di Indonesia. Karenanya, ritual Seba Baduy sendiri akan mematuhi protokol kesehatan Covid-19, yakni dengan menerapkan physical distancing dan menggunakan masker.

“Upaya tersebut dilakukan untuk kebaikan bersama. Kita semua harus mencegah penyebaran virus corona yang telah menewaskan ribuan orang di Indonesia,” tukasnya.(tur/ibm)