Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pandeglang Doni Hermawan menunjukkan daerah rawan petir.

PANDEGLANG – Bencana alam yang disebabkan hidrometeorologi ini terus mengacam warga Pandeglang Selatan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang melansir bahwa tahun ini masih tergolong cuaca ekstrem. Hal itu memicu terjadinya petir di wilayah datar dan hamparan terbuka seperti area persawahan dan pesisir pantai.

Demikian diterangkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Doni Hermawan di ruang kerjanya, Kamis (14/7).

Doni menerangkan, secara geografis yang terancam bencana petir adalah warga di wilayah selatan seperti Kecamatan Sukaresmi, Panimbang, dan Sobang. “Selain sering kejadian korban sambaran petir, juga diprediksi petir akan selalu terjadi di wilayah datar dan hamparan terbuka,” katanya.

Menurut Doni, enam bulan terakhir yang meninggal akibat sambaran petir, sebanyak sebelas orang. Di Kecamatan Sukaresmi enam orang, Panimbang tiga orang, Sobang satu orang, dan Kecamatan Pulosari satu orang. “Sedang korban luka akibat petir sebayak 15 orang,” katanya.

Doni berharap, pihak kecamatan dan para kepala desa secara rutin dapat menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar masyarakat dapat berupaya menghindari sambaran petir ketika turun hujan deras. “Saya minta kepada camat dan kepala desa tetap melakukan imbauan kepada masyarakat. Seperti pada saat hujan deras untuk mencari tempat berlindung dan menjauhi dari tempat terbuka,” katanya.

Camat Sobang Dani Ramadani berjanji akan menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Apalagi, pada saat cuaca buruk terjadi yang berpotensi petir. “Saya sering menyampaikan imbauan tentang ancaman petir itu kepada warga di setiap pertemuan. Kami tidak akan bosan-bosan menyampaikan imbauan tersebut kepada aparatur desa untuk disampaikan kepada warga,” katanya. (Iman)