Sebulan Ambruk, Jembatan di Jiput Belum Diperbaiki

Jembatan Ambruk
Pengendara motor melintas dengan hati-hati karena kondisi jembatan ambrol dan belum diperbaiki, kemarin. (Foto: Iman)

JIPUT – Dua jembatan di Desa Sukamanah, Kecamatan Jiput, yang ambruk pada Senin (8/2/2016) lalu hingga kemarin (6/3/2016) belum juga diperbaiki oleh instansi terkait. Dua jembatan itu adalah Jembatan Cibalawiku di Jalan Jiput-Citaman, Kampung Kadu Heuleut; dan Jembatan Cikarambieun di Kampung Bojong. Jika tidak diperbaiki, aktivitas warga menjadi terganggu karena Jembatan Cibalawiku menghubungkan tiga desa lain, yakni Desa Sukamanah, Citaman, dan Sikulan.

Ahmad Sunarya, Kepala Desa (Kades) Sukamanah, mengatakan bahwa sudah mengajukan pengusulan perbaikan ke kecamatan, tetapi belum mendapatkan respons. “Kalau tidak segera diperbaiki, kami khawatir jembatan akan ambrol lagi. Sebab, tembok penahan tanah sudah tidak kuat lagi menahan aliran air. Kalau jembatan putus, otomatis warga saya akan terisolasi,” katanya, Minggu (6/3/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.

Menurutnya, saat ini jembatan tersebut sudah sulit untuk dilalui oleh kendaraan roda empat karena jalan sudah semakin menyempit. Sebelumnya, Jembatan Cibalawiku dengan panjang delapan meter dan lebar empat meter, sedangkan saat ini lebar tersisa hanya dua meter.

“Saat ini, jembatan sudah tidak bisa diewati oleh mobil sehingga kami juga memasang rambu-rambu agar tidak dilewati oleh kendaraan roda empat,” jelasnya.

Hal yang sama juga dikatakan Jamaksari, Kades Citaman. Kata dia, longsor yang terjadi membuat warga waswas. Ia mengharapkan jembatan segera diperbaiki karena kalau warga memutar arah, akan menempuh jarak lebih jauh lagi hingga mencapai sepuluh kilometer.

“Jembatan itu memang berada di Desa Sukamanah, tetapi kalau rusak warga kami juga kesulitan. Sebab, jalur tersebut jalan yang terdekat ke desa lain, Kami berharap instansi terkait bisa secepatnya melakukan perbaikan,” harapnya.

Doni Hermawan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, mengatakan bahwa sudah mendapatkan usulan perbaikan dari desa dan kecamatan. “Setelah mendapatkan usulan, kami langsung melakukan komunikasi dengan Dinas Bina Marga, tapi ternyata tidak dianggarkan untuk pembangunan jembatan itu. Kami akan ajukan langsung ke BPBD Provinsi. mudah-mudahan cepat terealisasi,” jelasnya. (RB/mg03/alt/dwi)