Sehari, 26.365 Kendaraan Menyeberang ke Sumatera

0
796 views
Truk pengangkut kebutuhan pokok di Pelabuhan Merak, Kamis (22/6).

CILEGON – Sebanyak 26.365 kendaraan telah diseberangkan oleh PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak ke Pelabuhan Bakauheni pada 21 Juni pukul 08.00 sampai dengan 22 Juni 2017 pukul 08.00 WIB.

Dari data yang ada, pemudik masih lebih memilih perjalanan pada malam hari. Sebab pada pukul 20.00 sampai pukul 08.00 WIB jumlah penumpang kendaraan mencapai sebanyak 18.785 unit. Angka itu sangat jauh dibandingkan waktu perjalanan pada 08.00 sampai 20.00 WIB yang hanya 7.850 unit.

Manager Usaha Pelabuhan PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Rudy Mahmudi memaparkan, pada H-4 perhitungan waktu 24 jam penumpang kendaraan roda dua sebanyak 12.138 unit, kendaraan kecil 13.146 unit, bus 487 unit, truk 594 unit, daan jumlah kendaraan roda empat lebih sebanyak 14.227.

“Kepadatan penumpang terjadi pada sekira pukul 01.00 WIB dini hari tadi,” katanya.

Untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan, ia mengimbau agar pemudik tidak memilih waktu perjalanan pada malam hari. “Kalau semua berangkatnya malam di pelabuhan padat,” tuturnya.

Dibanding tahun lalu, penumpang pejalan kaki dan kendaraan di Pelabuhan Merak pada H-4 tahun 2017 menurun.

Pada 2016 jumlah penumpang pejalan kaki mencapai sebanyak 29.148 orang. Sedangkan tahun 2017 ini hanya 21.317 orang. Untuk total jumlah kendaraan yang menyeberang pada tahun 2016 ada sebanyak 38.2017 unit dan tahun 2017 ini mencapai 26.365 unit.

General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Tommy L Kaunang mengaku tidak mengetahui apa yang menyebabkan pada H-4 tahun ini menurun jika dibandingkan tahun 2016 lalu.

“Kalau kendalanya jangan tanya kesaya. Tanya ke pengguna jasa. Masa saya mau tarik-tarik maksa. Tidak tahu kalau menurun. Yang penting kita siapkan sebaik-sebaiknya untuk para pemudik yang mau menyeberang di Pelabuhan Merak,” katanya, Kamis (22/6).

Tommy mengatakan perbandingan jumlah penumpang angkutan lebaran tahun 2017 dan tahun 2016 lalu baik menurun atau tidaknya belum dapat dipastikan jika hanya melihat melalui perbandingan H-4. “Jangan dulu bilang menurun. Siapa tau nanti membludak 2 kali lipat. Jadi finishnya nanti H-2 baru bisa dilihat perbandingannya. Karena puncaknya baru hari ini,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)