Sehat Tanpa Efek Samping

0
1447
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat disuntik vaksin Sinovac.

Reaksi Kepala Daerah Usai Disuntik Vaksin

TANGERANG – Sejumlah kepala daerah di Provinsi Banten, kemarin (14/1) melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 dari Sinovac di pendopo Kabupaten Tangerang.

Usai disuntik sekira delapan jam, para kepala daerah yang tadi malam dihubungi Radar Banten, mengaku dalam kondisi sehat. Efek samping dari vaksin tersebut, tidak ada yang berarti bagi tubuh dan kesehatan. 

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengaku baik-baik saja pasca divaksin covid-19, Kamis (14/1). Dihubungi semalam via WhatApps (WA), sekira pukul 20.32 WIB, Arief mengaku vaksin sinovac yang disuntikkan di lengan kirinya tidak ada reaksi terhadap dirinya.

“Alhamdulillah, sampai sekarang enggak ada reaksi apa-apa. Cuma badan rada anget,” balas Arief via pesan WhatsApp sembari menyelipkan emoction smile.

Ditanyakan kembali berapa suhu badannya, awalnya Arief menjawab, tidak tahu. Kata dia, perubahan kondisi badannya menjadi agak hangat terjadi sekira dua jam pasca vaksinasi. “Enggak tau, yah. Cuma anget kaya habis minum jahe anget gitu. Ini barusan dicek temperatur. 36,3 derajat celcius,” kata Arief.

Sejurus kemudian, Arief mengirimkan video dirinya sedang ditembak thermogun dan tertera angka 36,3 derajat celcius.

Hal senada dikatakan Bupati Tangerang A Zaki Iskandar. Dihubungi semalam via WA, Zaki mengaku kondisi badannya tidak merasa pegal-pegal pasca vaksinasi. “Biasa aja,” kata Zaki singkat.

Ketika disinggung tentang reaksi ‘badan rada hangat’ seperti yang dirasakan Walikota Arief, Zaki kembali mengatakan tidak, “Enggak. Biasa aja”.

Sementara Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany tadi malam belum bisa dimintai komentarnya. Pesan via WA yang dikirimkan wartawan koran ini cuma bertanda contreng satu.

Namun usai divaksin kemarin pagi, Airin mengaku merasa baik-baik saja. Airin  menuturkan, setelah di vaksin dirinya tidak merasakan gejala apa-apa, sejak mulai disuntikan ke badan hingga menunggu 30 menit setelah disuntik tidak ada gejala sama sekali.

“Saya katakan aman, dan mulai besok (hari ini) Kota Tangerang Selatan pertama menerima vaksin. Untuk pertama yang disuntikkan adalah tenaga medis, selanjutnya vaksin ini bisa disuntikkan ke masyarakat,” paparnya.

Senada dikatakan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Tidak ada efek samping apa pun usai divaksin. “Saya sudah membuktikan sendiri, saya sudah divaksin dan tidak merasakan efek apa pun, kondisi saya baik-baik saja,” tegas Tatu kepada Radar Banten, Kamis (14/1) malam.

Untuk itu, Tatu meminta masyarakat tidak khawatir yang berlebihan terhadap vaksin Sinovac. “Saya melakukan ini untuk masyarakat. Dan bisa dilihat efek vaksinasi terhadap saya seperti apa. Memang kalau yang memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, termasuk yang tekanan darahnya tinggi tidak boleh divaksin,” ujar politisi Golkar ini.

Tatu meminta masyarakat agar jangan mempercayai informasi-informasi yang tidak jelas sumbernya. “Kami sudah membuktikan, kami yang merasakan langsung bagaimana reaksi setelah divaksin. Alhamdulillah sampai sekarang ibu (menyebut dirinya-red) dalam kondisi baik,” tegasnya.

Tatu mengaku, ia dan yang lainnya saat divaksin kemarin pagi dalam pantauan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang dan Dinkes Provinsi Banten. “Ibu ingin masyarakat perkembangan paska vaksinasi agar tahu persis, jangan katanya katanya. Itu tujuan ibu di vaksinasi di awal,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Irna Narulita mengaku, hingga tadi malam kondisi tubuhnya masih normal dan tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan setelah dilakukan vaksinasi corona. “Alhamdulillah masih normal seperti biasa, enggak ada yang berbeda. Mudah-mudahan dengan vaksin ini kita semua bisa kembali sehat dan wabah corona bisa segera selesai,” katanya.

Kemarin, selain dihadiri seluruh kepala daerah, hadir juga sejumlah pihak seperti Kapolres Metro Tangerang Kota, Kapolres Kabupaten Tangerang dan juga Kepala Kejaksaan Provinsi Banten dan Ketua DPRD Provinsi Banten.

Hadir juga memantau jalannya vaksinasi yakni Gubernur Wahidin Halim, Sekda Banten Al Muktabar, Kepala Dinkes Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti. Pada kesempatan tersebut, Sekda Banten Al Muktabar menjadi penerima vaksin pertama yang disuntik.

VAKSINASI MASSAL

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, setelah pencanangan vaksin Covid-19, maka selanjutnya akan dimulai program vaksinasi massal mulai hari ini, Jumat (15/1). Sasaran untuk kegiatan itu adalah para tenaga kesehatan (nakes) di dua daerah yang ditunjuk untuk vasksinasi tahap pertama termin kesatu yaitu Kota Serang dan Tangerang Selatan (Tangsel).

Ati menguraikan, di Kota Serang itu 134 layanan fasilitas kesehatan. Sedangkan di Kota Tangsel itu ada 57 fasilitas kesehatan yang terdiri dari 29 puskesmas dan 28 rumah sakit. “Vaksinasi massal besok (hari ini-red) semuanya,” ujarnya.

Kata dia, para penerima vaksin akan menerima sebuah pesan singkat atau SMS. Dalam SMS itu tercantum lokasi fasilitas kesehatan tempat mereka vaksinasi beserta waktunya.

Pada kesempatan itu, mantan Direktur RSUD Kota Tangerang ini juga mengungkapkan, sarana dan prasarana kabupaten/kota untuk penyimpanan vaksin Sinovac sudah siap. “Karena Sinovac ini disimpan pada suhu antara dua sampai delapan derajat celcius. Seluruh fasilitas kesehatan yang akan melayani vaksinasi juga sudah siap (sarana dan prasarananya-red),” ujar Ati.

Sebagai informasi, berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, setiap orang wajib dilakukan vaksinasi Covid-19. Vaksin Covid-19 Sinovac telah mendapatkan persetujuan penggunaan obat dalam kondisi darurat (Emergency use autorization/EUA) dengan nomor EUA2057300143A1. Vaksin ini juga telah mendapatkan sertifikasi halal berdasarkan Fatwa MUI Nomor 02 tahun 2021, bahwa produk vaksin Covid-19 Sinovac  hukumnya: suci dan halal.

Pada vaksinasi tahap pertama di Provinsi Banten, ada 5.695 orang tenaga vaksinator. Sedangkan untuk termin pertama melibatkan 1.594 orang tenaga vaksinator.

Untuk tahapan vaksinasi, masyarakat yang menerima SMS blast adalah peserta vaksinasi. Selanjutnya, masyarakat melakukan daftar ulang melalui aplikasi PCare Peduli lindungi. Peserta datang ke lokasi vaksinasi sesuai dengan aplikasi PCare Peduli Lindungi. Tempat pelaksanaan vaksinasi di fasilitas pelayanan kesehatan. Setelah 14 hari dari suntikan pertama, peserta vaksinasi kembali datang ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk melaksanakan suntikan kedua.

Untuk mengantisipasi Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI), telah dibentuk tim yang melibatkan berbagai dokter spesialis. Di tingkat pusat ada Komnas KIPI, sedangkan di tingkat provinsi ada Komda KIPI, serta Pokja KIPI di delapan kabupaten/kota.

Sementara, penunjukan rumah sakit yang menangani jika terjadi KIPI yaitu semua RS di Banten selain RS Khusus dan RSIA sebanyak 83 Rumah Sakit. Pembiayaan perawatan KIPI ditanggung oleh Pemprov Banten.

GUBERNUR KESAL

Penyuntikan vaksin sinovac kepada kepala daerah yang ada di Banten sempat diwarnai kericuhan lantaran pihak media mempertanyakan langsung kepada Gubernur Banten Wahidin Halim mengenai vaksin yang akan di berikan kepada kepala daerah se-Banten.

Kericuhan berawal dari tertutupnya pihak panitia terhadap awak media, selanjutnya terjadi cek-cok antara Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni, Gubernur Wahidin Halim dengan awak media yang terus menanyakan keaslian vaksin Sinovac.

Awak media yang sudah hadir sejak pagi untuk mengabarkan informasi kepada masyarakat ini tidak diperbolehkan masuk untuk melakukan pengambilan gambar dan kebenaran proses vaksinasi.

“Pak kalau tidak boleh masuk, bagaimana kami bisa tau kalau yang disuntik emang vaksin Sinovac?,” tanya salah seorang awak media kepada Gubernur Banten Wahidin yang sempat meninjau ruangan vaksinasi di Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (14/1).

Karena tidak menjawab, tiba-tiba Ketua DPRD Banten Andra Soni muncul menjawab pertanyaan wartawan. Dirinya sempat menunjukkan botol vaksin Sinovac di depan awak media.

“Ini vaksinnya, vaksin Sinovac. Saya baru saja disuntikan di dalam. Kalau tidak percaya bisa tanyakan langsung ke tim medis mengenai protokol kesehatan saya dalam penyuntikan vaksin ini,” paparnya.

Namun, beberapa awak media yang ada tetap tidak percaya dan bersikukuh menanyakan kebenaran vaksin yang disuntikkan serta meminta untuk memasuki ruangan vaksinasi.

“Kami tidak lihat pak, bagaimana kami bisa mengabarkan ke masyarakat bahwa pejabat daerah di Banten sudah disuntik vaksin,” ungkap salah satu awak media.

Melihat kondisi semakin tidak kondusif,  sontak Gubernur Banten Wahidin Halim berteriak membela Andra Soni yang tepat berada di depan dirinya.

“Ya sudah kalau tidak percaya ya udah sampaikanlah kepada masyarakat,” kata Wahidin sembari kembali ke aula utama Pendopo Kabupaten bersama Andra Soni.

Pasca kejadian tersebut, petugas yang berjaga mengizinkan awak media memasuki ruangan tersebut secara bergantian.

Walau sempat ricuh, proses vaksinasi tetap berjalan sejak dimulai pukul 09.00 WIB. (ran-nna-dib/air)