Sejumlah Kantor Jaringan BNI Tutup Sementara

SERANG – Guna mengantisipasi penyebaran virus corona, Bank BNI menutup beberapa kantor jaringannya. Terutama daerah yang masuk zona merah penyebaran virus Corona, seperti Jabodatebek dan Banten.

Pemimpin Kelompok PCR BNI Kanwil Jakarta BSD Kuncoro Cahyo Aji mengatakan, kebijakan penutupan kantor jaringan ini arahan dari kantor pusat karena kondisi penyebaran area zona merah di Jakarta, Banten, dan sekitarnya. “Ini demi keselamatan pegawai yang bertugas untuk area terdampak,” katanya, Kamis (26/3).

Ia mengungkapkan, sementara waktu nasabah yang ingin bertransaksi bisa datang ke kantor cabang terdekat.  BNI juga mengedukasi nasabah untuk menggunakan aplikasi e-chanel untuk perorangan dengan BNI Mobile yang aktivasinya bisa on line dengan cara download aplikasinya di Playstore dan IoS. “Nasabah tidak perlu lagi datang ke kantor BNI langsung bisa dipakai transaksi. Apabila ada trouble bisa dibantu tinggal menghubungi BNI call,” ungkapnya.

Sementara untuk perusahaan yang menjadi nasabah, BNI juga mengedukasi dengan aplikasi BNI Direct. Aplikasi ini seperti menghadirkan kantor layanan BNI pindah ke perusahaan. Dengan aplikasi BNI Direct memberikan solusi transaksi perbankan di perusahaan.  “Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan transaksi apa yang diinginkan,” katanya.

Pimpinan BNI Kantor Cabang Serang Rahmanto mengungkapkan, BNI Kantor Cabang Serang memiliki 10 kantor jaringan. Tujuh kantor jaringannya ditutup sementara. “Penutupan ini terkait corona,” katanya.

Sementara jaringan BNI Kantor Cabang Serang yang masih akan tetap beroperasi antara lain BNI KC Veteran, BNI Pandeglang, dan BNI Rangkasbitung. Sementara jaringan KC Serang yang tutup antara lain Untirta, Labuan, Pasar Rau, Serang City, Kragilan, Malingping, dan Cikande.  “Nasabah bisa melakukan transaksi di kantor jaringan terdekat atau mobile banking,” katanya.

Menurutnya, penutupan sementara kantor jaringan ini terkait wabah Covid-19 yang risikonya besar. Permintaan pemerintah untuk mengurangi meluasnya wabah tersebut dan mengurangi banyaknya orang berkumpul. “Adanya transaksi ke kantor BNI juga cukup berisiko, baik bertemu karyawan maupun transaksi melalui mesin ATM,” katanya. (skn/aas)