LEBAK – Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Front Aksi Demokrasi
Untuk Pilkada mendatangi kantor Panwaslu Lebak, Jumat (2/3).

Kedatangan massa tersebut untuk mengingatkan Panwaslu agar bersikap
profesional dalam melakukan pengawasan terkait tahapan Pilkada 2018
yang akan berlangsung pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Korlap Aksi Ade mengatakan, banyak permasalahan terkait tahapan
Pilkada 2018 ini, seperti gugatan sengketa yang kembali diajukan oleh
pihak Cecep Sumarni (CS) dan Didin Saprudin (DS) dari jalur
perseorangan kepada Panwaslu Lebak.

“Kami khawatir ada permainan dalam tahapan pilkada ini, kami hanya
ingatkan Panwaslu agar bersikap profesional terkait hal ini. Karena
beberapa kali pihak CS dan DS mengajukan sengketa terhapa
pendaftarannya ke KPU,” kata Ade dalam orasinya di depan kantor
Panwaslu, Jumat (2/3).

Selain itu, dalam orasinya Ade mengatakan, terkait kotak kosong
masyarakat berhak mensosialisakan atau mengakampanyekan kotak kosong
tersebut, agar pasrtisipasi pemilih dalam Pilkada terus meningkat.

“Kita berhak mensosialisasikan kotak kosong. Dan kami minta Panwaslu
ketika Pilkada berlangsung pada Juni mendatang agar melakukan
pengawasan ekstra, mengingat pada Pileg lalu ada suara yang tadinya
hanya 1000 suara menjadi 10.000 suara, kita mengkhawatirkan hal itu.
Bisa saja suara kotak kosong di geser ke suara kotak yang ada
gambarnya,” ungkapnya.

Terpisah, Anggota Panwaslu Odong Hudori Divisi Pencegahan dan Hubungan
Antar Lembaga yang menemui massa mengatakan, diri sangat menyambut
baik kedatangan massa dari Front Aksi Demokrasi Untuk Pilkada ini.

“Ya, saya ucapkan terima kasih, kami terima aspirasi masyarakat ini
dan telah mengingatkan Panwaslu. Kami akan bekerja sesuai koridor
hukum. Terkait gugatan sengketa kita juga berhati-hati dan dalam
pelaksanaannya sudah dan sesuai dengan bukti-bukti yang telah kami
pelajari. Insyaallah besok kita akan umumkan hasil sengketa yang
diajukan CS – DS terkait pendaftarannya sebagai calon Bupati dan Wakil
Bupati yang telah di TMS kan oleh KPU Lebak,” jelasnya.
(Omat/twokhe@gmail.com).