Sejumlah Pedagang di TTM Keluhkan Tingginya Biaya Bangunan

Terminal Terpadu Merak
Terminal Terpadu Merak. (Foto: Ade F)

CILEGON – Sejumlah pedagang yang direlokasi beberapa minggu lalu di Terminal Terpadu Merak (TTM) mengeluhkan biaya pindah tempat. Pasalnya, beberapa pedagang mengaku tempat jualan yang ditempatinya kecil.

Hal tersebut dialami Tuti, salah satu pedagang yang direlokasi. Ia mengaku, biaya bangunan yang ditempatinya mahal. “Saya terpaksa membayar uang sebesar Rp4.100.000 lantaran itu sudah tanggungan yang diperintahkan UPTD. Saya juga bingung harus gimana, dari pada saya gak dapet tempat untuk berjualan. Temen-temen saya juga sama mengeluhkan demikian” ujarnya kepada Radar Banten Online, Rabu (2/3/2016).

Tuti beralasan, harga tersebut tidak sebanding dengan luas bangunannya. “Harga tempat ini tak sesuai dengan bangunan yang luasnya 3×3 meter ini. Selain besarnya biaya relokasi yang tinggi, saya juga mengeluhkan biaya tingginya retribusi sebesar Rp22.500 per hari,” ujarnya.

Di tempat berbeda, Kepala UPTD TTM, Robi Sugara mengatakan, angka Rp4.100.000 ini sudah disosialisasikan dan pedagang pun setuju. “Itu bukan untuk kami, tetapi pihak ketiga yang membangun yang menawarkan harga segitu, kita pun coba cari pihak ketiga lainnya namun harganya cukup mahal,” katanya.

Ia menambahkan, sejauh ini banyak pedagang yang belum sepenuhnya mengerti dengan apa yang disosialisasikan. “Jadi wajar sebagian pedagang mengeluhkan tingginya biaya bangunan dan retribusi. Tapi kami terus sosialisasikan kepada para pedagang yang belum mengerti” ungkapnya.

Sementara itu, saat disinggung soal retribusi, Robi mengatakan itu sesuai Perda yang telah ditentukan, satu meter Rp2.500 sehingga untuk 3×3 meter adalah Rp22.500. (Ade Faturohman).