Sejumlah Sekolah di Tangsel Masih Kekurangan Ruang Kelas

Belajar
Ilustrasi/ Inet

CIPUTAT TIMUR – Dinas Pendidikan Kota Tangsel belum dapat memenuhi target untuk satu kelas diisi 32 siswa. Ini terkendala, dinas yang dipimpin Mathoda ini masih kekurangan ruang kelas.

Wakil Kepala Sekolah Sarana dan Prasarana SMPN 10 Jurmiyati mengatakan pihak sekolah masih sulit menerapkan satu kelas diisi 32 siswa. Saat ini, satu kelas 36 murid. Sebab, di sekolah yang berada di Kecamatan Ciputat Timur ini masih kekurangan ruang kelas. “Terpaksa menampung lebih banyak siswa dan melebihi kuota,” ungkapnya akhir pekan lalu, seperti dilansir Harian Radar Banten.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Mathoda mengakui masih ada beberapa sekolah yang masih kekurangan fasilitas ruang kelas. Target Dindik idealnya satu kelas 32 siswa. “Pembangunan kelas sedang dilakukan. Secepat mungkin akan selesai di tahun 2016,” ujarnya.

Menurut Mathoda, pembatasan kuota upaya untuk mempermudah guru dalam mengontrol dan mengawasi kualitas pendidikan. Upaya tersebut, untuk mewujudkan Tangsel cerdas, berkualitas, berdaya saing dalam penerapan teknologi informasi serta kreatif dan inovatif. “Selain itu, untuk mensinergikan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 prioritas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM),” terangnya.

Walikota Airin Rachmi Diany meminta mulai tahun 2016, kuota kelas sekolah hanya 32 siswa. Pihak sekolah harus tegas. Apabila kuota sudah mencukupi. Jangan menerima siswa lagi. “Jadi, pihak sekolah jangan dipaksakan menerima siswa. Meskipun berembel-embel pesanan. Kalau kuotanya sudah penuh, bilang saja penuh,” tegasnya.

Airin menginginkan anak didik Kota Tangsel bisa cerdas dan berkualitas. Untuk itu, perlu adanya bahu membahu masyarakat dan sekolah untuk mensukseskan pendidikan di Kota Tangsel. “Saya ingin generasi muda di Tangsel ini cerdas,” pungkasnya. (RB/mg-25/riz)