Sekda Banten: Pintar Kalau Tingkat Stressnya Tinggi, Ya Enggak Kepakai

Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Ranta Soeharta.
Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Ranta Soeharta.

SERANG – Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Ranta Soeharta menyatakan, pihaknya tidak akan memilih calon Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) yang tingkat stressnya masuk kategori tiga, hal ini dikarenakan Kadisnakertrans akan selalu dihadapkan pada persoalan yang langsung berhubungan dengan buruh.

“Psikologis, nanti hasilnya dibawa bulan ini harus selesai, resistensi tingkat stress. Temen-temen pintar tetapi tingkat stressnya tinggi ya enggak kepakai, dan tidak akan dipilih,” ungkap Ranta kepada wartawan, Selasa (19/7).

Terkait dengan sosok seperti apa yang diinginkan oleh dirinya, Ranta mengatakan, dari kesepuluh calon tersebut, yaitu pejabat yang mampu menjabarkan tingkat pengangguran.

“Kan tingkat pengangguran kita tinggi. Pada saat melakukan test wawancara, saya menanyakan yang akan lakukan menjadi Kadisnaker, bagaimana caranya?,” kata Ranta.

Sebelumnya, Kepala BKD Pemprov Banten, Samsir mengatakan, setelah seluruh tahapan selesai, seluruh nilai dari setiap tahapan akan diakumulasi. Selanjutnya dipilih tiga besar untuk diajukan kepada Gubernur Banten Rano Karno.

“Tiga besar itu nanti terserah Gubernur memilih siapa yang akan menjadi Kepala Disnakertrans. Bisa saja yang urutan ketiga yang jadi. Semua tahapan diperkirakan selesai akhir bulan ini. Diupayakan pejabat baru pada Agustus,” kata Samsir

Diketahui, sepuluh nama yang mengikuti assesmen di LAN Bandung dalam lelang Jabatan Kepala Disnakertrans ini adalah Muhammad Irham, Rudiansyah Thoib, Alhamidi, Doddy Setia Graha (Kabid Balitbang Banten), Nirman, Juhriyadi, Didi Sukriardi (Staf Ahli Walikota Cilegon), Moch Poppy Nopriadi (Asda II Kota Serang), Tri Nurtopo, dan Nurmutaqin. (Fauzan Dardiri)