Sekda Ingin Potensi Obat Tradisional di Banten Dikembangkan

0
566

SERANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Ranta Soeharta menginginkan potensi obat-obatan tradisional di Provinsi Banten dapat dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten serta instansi kesehatan yang terkait.

“Sekarang kan orang miskin itu enggak boleh sakit, karena sakit itu mahal. Walaupun ada jaminan juga tetap saja mahal. Nah melandasi keadaan seperti itu, saya rasa kita harus sama-sama dapat mengembangkan potensi obat-obatan tradisional yang sebenarnya sumbernya banyak di Banten. Dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengobati dibandingkan harus membeli obat-obatan yang mengandung bahan kimia,” katanya seusai membuka acara Pertemuan Advokasi Pelayanan Kesehatan Tradisional, di Hotel Le Dian, Kota Serang, Senin (27/3).

Di sisi lain, meskipun saat ini sudah mulai banyak temuan obat-obatan tradisional yang sudah beredar di masyarakat, namun pentingnya edukasi bagi masyarakat agar tidak salah dalam memilih jenis obat-obatan tradisional tersebut.

“Banyak obat-obatan tradisional yang saat ini sudah mulai berkembang misalnya kalau zaman dahulu itu urut, namun sekarang berubah nama menjadi massage. Nah maka dari itu, tidak selamanya kita memakai obat-obatan kimia, karena banyak dampak misalnya ke ginjal ke liver,” ujarnya.

Kendati demikian, ia berharap dengan terselenggaranya acara tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Banten dapat segera menginventarisasi dan menyebarluaskan kepada Kabupaten dan Kota terkait cara-cara pengobatan tradisional.

“Kita juga berharap agar obat-obatan tradisional dapat segera dipatenkan, karena saat ini sudah banyak obat herbal dari China yang sebenarnya sumbernya dari Indonesia,” pungkasnya. (Wirda)