Sekda Minta Dinkes Tidak Bertele-tele Dalam Menyelesaikan Persoalan Kesehatan

ilustrasi (foto: istimewa)

SERANG – Sekretaris Daerah Provinsi Banten Ranta Soeharta meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten untuk tidak bertele-tele dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kesehatan di Provinsi Banten.

“Pada dasarnya bagaimana caranya kita untuk menyatukan persepsi di dunia kesehatan. Buat kegiatan yang menjadi fokus saja, jangan bertele-tele dirasionalkan saja,” ujar Sekretaris Daerah Banten Ranta Suharta saat membuka forum rencana kerja Dinas Kesehatan Provinsi Banten tahun 2018, di Le Dian Hotel, Kota Serang, Rabu (8/03).

Menurut Ranta, fasilitas kesehatan dalam hal ini Puskesmas dan Rumah Sakit harus meningkatkan kualitas pelayanan dengan cara proaktif menjalankan program kesehatan guna mendukung keberhasilan pencapaian indikator optimal. Caranya dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative yang dilaksanakan secara menyeluruh , terpadu dan berkesinambungan.

“Saya menyarankan Pak Kadis harus lebih mobile kepada kabupaten kota, jangan terlalu formal. Karena ini persoalan kebutuhan dasar. Lakukan kerjasama dengan organ yang berafiliasi dengan kesehatan, seperti PMI, IDI dan lainnya,” ujarnya

Pemprov Banten melalui Dinkes saat ini tengah berupaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, salah satunya menurunkan angka kematian ibu dan bayi yang sekarang ini masih dianggap tinggi. Maka dari itu tantangan besar untuk menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi harus disikapi dengan komitmen kuat di semua tingkatan administrasi dengan upaya yang efektif, intensif dan berkesinambungan, termasuk intervensi di hulu dengan mengutamakan upaya promotiv dan preventif.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Sigit Wardojo mengatakan, pihaknya berupaya untuk menyusun pemenuhan akses dan mutu pelayanan kesehatan sebagai upaya penguatan pembangunan kesehatan. Adapun pelayanan kesehatan dilaksanakan melalui beberapa upaya.

“Pertama, peningkatan akses melalui pemenuhan tenaga kesehatan, peningkatan sarana pelayanan Puskesmas, Klinik Pratama, dokter praktik mandiri serta pemenuhan prasarana pendukung yaitu obat-obatan dan alat kesehatan,” kata Sigit.

Kedua, lanjut Sigit, yaitu peningkatan mutu melalui penyediaan standar operasional prosedur (SOP), peningkatan kemampuan tenaga kesehatan, dokter layanan primer dan akreditasi FKTP. Ketiga, regionalisasi rujukan melalui penguatan system rujukan tingkat kabupaten, system rujukan provinsi. Keempat, penguatan Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota, Provinsi melalui sosialisasi, advokasi dan capacity building.

“Kelima, dukungan lintas sektor terkait, seperti dukungan regulasi dari berbagai sector, dukungan infrastruktur dan dukungan pendanaan,” ungkapnya. (Bayu)