Sekda: Olahraga Juga Mempertaruhkan Nama Besar Banten

0
270 views

SERANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Al Muktabar mendukung target Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banten untuk menembus peringkat sepuluh besar di PON Papua 2020. Dukungan itu diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan KONI Banten.

Janji Muktabar itu disampaikan usai mendengar pemaparan prestasi olahraga di Banten dan rencana pada 2020 oleh Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo, Kamis (8/8) lalu. Namun, dukungan tersebut tanpa harus mengenyampingkan prioritas pembangunan di bidang lain.

“Olahraga juga mempertaruhkan nama besar Banten. Karena itu, sudah sepatutnya Pemprov Banten juga memberikan dukungan maksimal kepada KONI Banten,” kata Al Muktabar saat audiensi bersama Rumiah di ruang kerja Sekda Banten. 

Rumiah didampingi jajaran pengurus KONI Banten, yakni Wakil Ketua I Mediawarman, Wakil Ketua II Engkos Kosasih, Sekretaris Umum Sutaryono, Wakil Sekretaris Umum Djajuli Hasan, dan Kabid Humas dan Media Yosa Sayata.

Sebelumnya, Rumiah memaparkan, perjuangan atlet Banten menuju PON Papua 2020. Saat ini, sudah delapan cabang olahraga (cabor) Banten yang mengikuti Pra PON 2019 sebagai syarat ke PON 2020. 

“Atlet-atlet Banten telah mengikuti delapan cabor Pra PON, masih ada sekira 40 cabor lagi yang atletnya masih belum tampil. Total cabor yang dipertandingkan di PON mencapai 48,” kata Rumiah.

Rumiah menuturkan, prestasi Banten pada PON Jawa Barat 2016 lalu, berada di peringkat ke-13. Sedangkan, PON Papua 2020, Gubernur Banten Wahidin Halim menargetkan Banten menembus peringkat sepuluh besar.

“KONI Banten telah melakukan beberapa upaya. Salah satunya menggelar PJP (pelatda jangka panjang-red), serta memberikan bantuan kepada cabor non-PJP untuk bisa menggelar pelatda menjelang Pra PON,” beber mantan kepala Polda Banten itu.

Rumiah mengaku, ingin meloloskan lebih banyak cabor ke PON Papua nanti. Namun, alasan kualitas atlet menjadi pertimbangan.

“KONI Banten menerapkan aturan ketat di mana yang dikirim ke Papua nanti merupakan atlet yang menempati peringkat tiga besar di Pra PON. Itu kami lakukan karena cost tinggi dan lokasi venue tersebar dan jarak yang jauh pada PON Papua nanti. Sehingga, membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit,” ungkap Rumiah.

Oleh karena itu, Rumiah meminta bantuan Al Muktabar agar mendukung program KONI 2020 mendatang. Terutama terkait pendanaan. Soalnya, biaya keikutsertaan atlet di PON Papua lebih besar dibandingkan pada PON Jawa Barat 2016 lalu. (rbs/nda/ira)