Sekda Pandeglang Ajak Cegah Konflik di Pilkades Serentak

PANDEGLANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang Pery Hasanudin mengajak kepada semua pihak terkait agar bisa mencegah terjadinya konflik sosial sebelum dan setelah pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang akan dilaksakan Desember mendatang. Menurut Pery, apabila tidak diantisipasi konflik sosial di pilkades bisa menyebabkan perpecahan antar warga.

Dia menerangkan, cara yang bisa dilakukan Pemkab Pandeglang bersama intanasi penyelenggara pilkades adalah dengan memetakkan potensi konflik dan cara mengatasi konflik tersebut. “Pilkades serentak yang akan dilaksanakan bulan Desember mendatang membutuhkan persiapan yang matang, agar tidak menimbulkan suatu permasalahan ditengah masyarakat. Makanya, menjelang pilkades kita harus terus tingkatkan koordinasi.  Semoga dalam pelaksanaan pilkades ini tidak ada masalah, pemilihan berjalan dengan lancar, dan aman,” katanya di acara sosialisasi pilkades serentak yang digelar di salah satu hotel di Kecamatan Carita, Rabu (16/10) malam.

Pery meminta kepada semua pihak agar ikut melakukan pengawasan terhadap semua tahapan pilkades serentak itu, agar tidak terjadi kecurangan, karena jika hal tersebut terjadi bisa menimbulkan persoalan yang sulit diatasi.

“Jangan sampai ada kecurangan, enggak boleh juga ada politik uang. Kepala desa harus atas dasar pilihan masyarakat, jangan mau diiming-imingi oleh uang, karena itu perbuatan yang tidak baik,” katanya.

Pery menjelaskan, kepala desa (kades) memiliki peran penting dalam memajukan daerah, karena fokus pembangunan saat ini dimulai dari perdesaan. “Kepala desa sebagai penyelenggara pemerintahan memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan dan program pemerintah, karena kepala desa merupakan ujung tombak. Makanya, siapapun kepala desa yang terpilih, harus bisa memajukan daerahnya,”katanya.

Pelaksana tugas (Plt) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang Ramadani mengatakan, ada sebanyak 17 desa dari 15 kecamatan yang akan melaksanakan pilkades serentak pada  15 Desember mendatang. Yaitu, Desa Tamanjaya Kecamatan Sumur, Desa Tarumanegara Kecamatan Cigeulis, Desa Pada Mulya Kecamatan Angsana, Desa Kolelet, Kecamatan Picung, Desa Ganggaeng dan Desa Banyubiru, Kecamatan Labuan, Desa Ramaya, Kecamatan Menes, Desa Cikadueun, Kecamatan Cipeucang, Desa Dalembalar, Kecamatan Cimanuk, Desa Citalahab, Kecamatan Banjar, Desa Simpangtiga, Kecamatan Patia, Desa Bojen Wetan, Kecamatan Sobang, Desa Citeluk, Kecamatan Cibitung, Desa Parungkokosan, Kecamatan Cikeusik, Desa Sukaseneng, Kecamatan Mandalawangi, dan Dessa Pasirkarag, Kecamatan Koroncong.

Saat ini, kata dia, pihaknya masih melakukan pembahasan dan persamaan persepsi antar semua pihak, agar pelaksanaan pilkades berjalan lancar tanpa ada persoalan yang mengancam kerukunan masyarakat. “Saat ini masih dalam beberapa tahapan seperti melakukan sosialisasi, penyampaian usulan rencana biaya, pembukaan pendaftaran bakal calon kepala desa. Kegiatan ini sebagai informasi mengenai apa saja yang menjadi tahapan dan persyaratan bakal calon kepala desa dalam pilkada serentak tahun 2019,” katanya. (dib/zis)