Kondisi SDN Bugel

Pamarayan – Dari balik ruang kelas butut SD Negeri Bogel, Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, wajah anak-anak tampak menyembul dari jendela dan pintu setengah terbuka. Tampak rasa penasaran menggelayut di wajah mereka ketika serombongan jaksa dari Kejari Serang dan Kejati Banten mendatangi sekolah mereka.

Kondisi kelas yang rusak ternyata tidak membuat semangat siswa kelas 1, 2 dan 3 SD Negeri Bugel melemah. Mereka tampak tetap antusias untuk belajar. Mencatat apa yang sudah dicatat oleh guru di depan kelas.

Pantauan di lokasi, kondisi sekolah terdiri dari dua lokal kelas. Kelas 1-3 menempati ruang kelas yang lama dengan kondisi memprihatinkan. Sementara kondisi kelas 4-6 menempati lokal kelas yang baru dan sudah layak digunakan.

Pantauan di kelas 1-3, lantai ruangan hanya dilapisi ubin yang sudah rusak dan kusam di mana-mana. Sementara pintu kelas sudah jebol dan lapuk termakan usia. Cat pada dinding sudah rusak dan mengelupas. Atap plafon jebol di beberapa tempat dengan kaso penyangga yang juga jebol.

Rifai, guru kelas 2 SD Negeri Bugel yang mengaku telah mengajar selama 12tahun, mengaku belum mendapat bantuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Serang untuk rehabilitasi ruang kelas. “Sudah lama sekali. Anak-anak belajarnya di sini. Kalau kelas 4 sampai 6 di lokal yang baru,” jelas Rifai kepada wartawan ditemui di lokasi, Kamis (28/1/2015).

Ia mengaku senang didatangi oleh pihak Kejaksaan yang mau mengunjungi sekolah tempatnya mengajar. Pasalnya selama ini, pihaknya jarang dikunjungi oleh pihak pemerintah walau untuk sekadar memeriksa kondisi sekolah. “Kita seneng ada yang memperhatikan,” ujarnya.

Kasi Penkum Kejati Banten Holil Hadi menjelaskan, alasan kedatangan pihak Kejaksaan ke SD Negeri Bugel untuk program Jaksa Masuk Sekolah (JMS). “Ini kegiatan yang sudah diamanatkan oleh Kejagung. Jadi jaksa nanti memberikan materi (mengajar) di ruang kelas. Materinya bisa tentang narkoba, pendidikan antikorupsi, dan lain-lain,” ujarnya.

Ikut serta dalam kunjungan ini antara lain, Kajati Banten, Direksi Angkasa Pura II, dan Kepala Dindik Kabupaten Serang. (Wahyudin)