RANGKASBITUNG-Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak menjebloskan Sekretaris Camat Sajira Edeng Heryamin ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II B Rangkasbitung, Jumat (11/1).

Penahanaan tersangka dugaan korupsi pengadaan bibit pohon di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Lebak senilai Rp1,1 miliar itu agar memudahan penyidikan.

“Memang selama proses penyidikan maupun penyelidikan tersangka cukup kooperatif. Namun, untuk mempermudah penyidikan kita lakukan penahanan,” kata Kasi Intelijen Kejari Lebak Lukman Harun Biya, Jumat (11/1).

Sebelum ditahan, penyidik telah meminta bantuan tim medis untuk memeriksa kesehatan tersangka. Setelah dinilai sehat, tersangka diputuskan untuk ditahan. “Tersangka Edeng kita tahan untuk 20 hari ke depan,” ujar Lukman.

Edeng dituduh melakukan korupsi pengadaan bibit tahun 2016 pada Dishutbun Lebak. Mantan Kabid Pengembangan Perkebunan Dishutbun Lebak itu bersama mantan Kepala Dishutbun Lebak Kosin Ansori dan mantan bendahara Dishutbun Lebak Indra Evo Kurniawan telah menyebabkan kerugian negara senilai Rp597.789.000.

“Total tersangka dalam perkara ini ada tiga orang. Dua pekan yang lalu dua tersangka, yaitu Kosim dan Indra Eko telah mengembalikan seluruh kerugian negara yang timbul,” jelas Lukman.

Sementara, kuasa hukum tersangka Edeng, Acep Saepudin, mengatakan, pihaknya akan mengupayakan pengembalian kerugian keuangan negara. “Kami akan ikuti proses hukumnya. Klien kita kooperatif, kita akan upayakan pengembalian kerugian negara,” katanya.

Sebelumnya, Kosim dan Indra telah mengembalikan uang kerugian negara secara bertahap kepada penyidik sebesar Rp537.789.000. Yakni, Rp335.159.000 pada Desember 2018 dan Rp202.639.000 pada Senin (7/1) lalu. (Nurabidin/Merwanda)