Dirut PT KS Mas Wigrantoro Roes Setiyadi memaparkan plant visit PT KS Group tahun ini kepada sejumlah manajeman anak perusahaan PT KS Group dan kepada media.

 

CILEGON – Produsen baja nasional PT Krakatau Steel (KS) Persero Tbk berencana akan meningkatkan volume penjualan bajanya sekitar 40 persen menjadi 2,8 juta ton pada tahun ini. Hal ini dilakukan sesuai dengan proyeksi baja domestik yang terus meningkat.

Direktur Utama (Dirut) PT KS Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengatakan, pada 2016 lalu kebutuhan baja dalam negeri mencapai 12,7 juta ton. “Kebutuhan baja ini diproyeksikan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang dengan rata-rata peningkatan sekitar 1 juta ton baja setiap tahunnya,” katanya, saat plant visit dan Pemaparan Industri PT KS Group yang dibarengkan dengan acara Ngobrol Bareng Wartawan di The Royale Hotel Krakatau, Senin (12/2).

Dia menjelaskan, pada 2016 lalu, harga baja mulai mengalami perbaikan. Kondisi ini terus berlanjut pada 2017. “Kami optimis kinerja PT KS Group pada tahun ini akan terus mengalami perbaikan dan kami akan terus meningkatkan kinerja kami juga,” jelasnya.

Kata dia, pihaknya telah membulatkan tekad bahwa tahun ini adalah tahunnya untung atau PT KS Gorup harus bisa meraup untung setelah sebelumnya selalu mengalami kerugian. “Hal ini didorong oleh situasi kenaikan harga baja yang terus membaik secara signifikan sejak dua tahun terakhir,” ujar dia.

Dikatakannya, harga baja terus mengalami penurunan sejak 2011 hingga 2015. “Saat ini harga HRC CFR domestik pada Desember 2017 sudah mencapai USD562/mt naik tajam 260 persen dibandingkan pada Desember 2015 yang hanya mencapai 216/mt (metric ton),” katanya.

Lebih lanjut kata dia, HRC adalah Hot Rolled Coil atau baja canai panas. Sedangkan CFR yaitu Cold Rolled Coil atau baja canai dingin. “Jadi memang sudah lebih membaik belakangan ini. Sehingga kami bertekad, tahun ini harus untung,” lanjut dia.

Dari sisi penguasaan pasar, kata dia, pangsa pasar HRC akan ditingkatkan menjadi 44 persen dari yang sebelumnya mencapai 36 persen. “Dengan demikian PT KS Group berharap bisa meraih laba bersih sebesar USD 24 juta pada tahun ini,” imbuhnya.

Terkait dengan proyek strategis pengembangan pabrik, Perseroan juga akan merampungkan proyek Blast Furnace sebelum pertengahan tahun ini. “Selain Blast Furnace, PT KS juga akan mengoperasikan pabrik HSM#2 pada 2019 mendatang,” ujarnya.

Dia berharap, dengan dioperasikannya pabrik yang baru tersebut tahun depan, akan menambah kapasitas baja lembaran panas gulung (HRC) sebesar 1,5 juta ton. Sehingga total kapasitas pengerolan baja HRC menjadi 3,9 juta ton per tahunnya. (Umam/RBG)