Selama 2015, KPR Bank Panin Serang Tumbuh 30 Persen

Bank Panin KCU Serang.
Karyawan Bank Panin Kantor Cabang Utama (KCU) Serang. (Foto: Susi K)

SERANG – Di tengah bisnis properti yang lesu, produk kredit perumahan rakyat (KPR) Bank Panin KCU Serang tumbuh sekira 30 persen dibandingkan 2014 lalu. Dengan pertumbuhan yang positif, produk KPR Bank Panin KCU Serang menempati posisi pertama dibandingkan seluruh cabang di Indonesia.

“Di tengah lesunya bisnis properti, Bank Panin KCU Serang bisa tumbuh dan mendapatkan posisi pertama tingkat nasional,” kata Kepala Bank Panin KCU Serang, Mohammad Rony Rochim, Kamis (28/1/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.

Kata dia, pencapaian ini hasil kerja sama dengan developer karena Bank Panin KCU Serang terus membangun jaringan dan acara gathering. Bank Panin KCU Serang terus melakukan sinergi dengan berbagai developer. “Beberapa gathering pada 2015 rutin digelar sehingga memberikan dampak positif,” katanya.

Selain itu, kehadiran pameran Panin Rumah Idaman juga menjadi salah faktor keberhasilan pertumbuhan produk KPR ini. Lewat program ini, Bank Panin KCU Serang bersama developer mengadakan kerja sama untuk menggelar pameran bersama dengan memberikan berbagai penawaran menarik untuk calon konsumen. “Tahun ini, rencananya akan kembali digelar pameran Panin Rumah Idaman pada Mei mendatang,” katanya.

Kantor Cabang Tangerang yang berada di Cikupa, Kabupaten Tangerang merupakan cabang yang memberikan kontribusi paling besar dalam pertumbuhan produk KPR. Kemudian disusul Serang dan Cilegon. Selain itu, di Tangerang juga bekerja sama dengan agen properti yang mempermudah penjualan properti. “Tangerang sebagai penyangga ibukota Jakarta sehingga kebutuhan properti juga tinggi dan kantor pusat KPR juga ada di Tangerang,” katanya.

Saat ini, KPR Bank Panin 8,88 persen, proses yang cepat dan fleksibel. Selain itu, persyaratan yang mudah. “Jika lengkap dalam sehari atau dua hari bisa diproses dan biaya-biaya juga bisa ditekan,” katanya.

Ia berharap, pada 2016, pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik dan sinergi yang lebih baik antara pengembang dan pemerintah. (RB/skn/ags)