Selama Februari, 18 Pengedar Narkoba Diringkus Polisi

0
880 views

TIGARAKSA – Satuan Reserse Narkoba Polresta Tangerang meringkus 18 pengedar sekaligus pengguna narkoba di Kabupaten Tangerang. Mereka diringkus hasil penangkapan selama 16 hari di Februari 2020.

Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, belasan pelaku itu merupakan hasil tangkapan jajaran Satres Narkoba pada periode 1-16 Februari 2020 atau selama 16 hari. Dari hasil pemeriksaan, para pelaku yang mayoritas bekerja sebagai buruh pabrik ini diketahui pula bukan satu jaringan. Dan memang, biasa mengedarkan barang haram tersebut pada anak sekolah hingga pekerja.

“Sasaran mereka adalah anak sekolah dan pekerja. Untuk wilayah edarannya lebih ke pelosok Tangerang,” kata Ade Ary saat press conference di Mapolresta Tangerang, Senin (17/2).

Lebih lanjut, Ade Ary menerangkan, mereka menjual barang haram tersebut melalui WhatsApp. Setelah itu, mereka akan bertransaksi secara langsung di rumah dan lokasi yang ramai seperti parkiran, apartemen, dan tempat keramaian lainnya.

“Mereka menjual sabu seharga Rp2-Rp2,4 juta per gram lebih mahal dibanding harga beli yakni Rp1,3-Rp1,4 juta per gram. Mereka jual jadi paket-paket kecil,” terang Ary.

Ade Ary menjelaskan, dari belasan tersangka itu ada satu penjual obat-obatan dan tramadol yang ditangkap di wilayah Kecamatan Mauk bernama Muhamad Fajri (21). Dia, kata Ade Ary, menjual obat-obatan tersebut berkedok toko kosmetik dan menyasar remaja. “Dari pelaku diamankan barang bukti 338 butir exymer dan 127 butir tramadol. Sedangkan dari para pelaku lain 13,63 gram sabu dan 2,26 gram daun ganja,” jelasnya.

Kepada para tersangka pengedar narkoba, polisi mengenakan pasal 114 dan 112 KUHPidana tentang narkoba. Sementara, kepada pengedar obat Psikotropika dengan Undang-Undang Kesehatan pasal 196. “Untuk pengedar narkoba dikenakan hukuman maksimal 20 tahun. Sementara tersangka pengedar obat psikotropika dikenakan hukuman maksimal 15 tahun,” tutup Ade Ary. (wivy)