Selama Musim Hujan, 37 Orang Terkena DBD di Kota Serang

0
576 views
Nyamuk penyebar demam berdarah

SERANG – Memasuki musim penghujan yang diketahui sudah dimulai sejak awal bulan Januari lalu, sebanyak 37 orang warga yang tinggal di wilayah Kota Serang terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Hasan mengatakan, jumlah tersebut didapatkan dari laporan bulan Januari dan Februari tahun ini. “Jumlah korban DBD selama musim penghujan tahun 2017, di bulan Februari sampai hari ini ada 17 (orang), di bulan Januari ada 20 (orang), karena Februari masih berjalan,” katanya, Senin (20/2).

Jumlah 20 orang yang terjangkit DBD pada bulan Januari tersebut tersebar di wilayah Serang Kota sebanyak 2 orang , Unyur 3 orang, Singandaru 3 orang, Cipocok 1 orang, Banjar Agung 1 orang, Rau 2 orang, Ciracas 3 orang, Taktakan 4 orang, dan Kasemen 1 orang. “Jadi jumlahnya 20 orang pada bulan Januari,” ujarnya.

Sementara, pada bulan Februari 17 orang tersebut tersebar di wilayah Serang Kota 3 orang, Unyur 2 orang, Singandaru 3 orang, Rau 3 orang, Ciracas 3 orang, Taktakan 2 orang, dan Kalodran 1 orang. “Karena masih berjalan bulan Februari mah, kalau tetap segitu berarti tidak ada peningkatan,” ujarnya.

Dari jumlah yang ada, Ia belum merinci usia yang terkena DBD selama musim penghujan ini, namun biasanya yang terjangkit kebanyakan masih anak-anak. “Korban usianya biasanya bukan pada orang tua tapi anak-anak. Nyamuk DBD biasanya menggigit pada pagi dan sore hari,” ujarnya.

Adanya warga yang terkena DBD pada musim hujan biasanya diakibatkan banyaknya genangan air yang menimbulkan jentik-jentik nyamuk pembawa virus DBD. “Pada musim hujan banyak genangan air yang menyebabkan jentik nyamuk pembawa virus DBD” katanya.

Ia mengimbau agar masyarakat melaporkan ke Puskesmas terdekat apabila di sekitar tempat tinggal ada warga yang terkena DBD, agar pihak Puskesmas segera melakukan penindakan. “Kalau ada yang terkena harus segera dilaporkan kepada Puskesmas,” katanya.

Ia kembali mengimbau agar warga melakukan langkah pencegahan dengan 3 M atau menutup, membersihkan dan membuang. “Sebenarnya langkah yang paling bagus adalah pencegahan. Gotong-royong yang rutin juga harus dilakukan kembali oleh warga,” ujarnya.

Melihat kejadian tersebut, seorang warga yang tinggal di wilayah Rau, Kota serang, Hamami mengaku khawatir terhadap penyebaran virus DBD di wilayah Rau. “Saya khawatir kalau sudah ada yang terkena, mudah-mudahan tidak menyebar ke wilayah saya tinggal,” katanya. (Ade F)