Selama PSBB, Satpol PP Kota Tangsel Tutup 40 Tempat Usaha

Dua petugas Satpol PP Kota Tangerang menutup sementara salah satu tempat usaha di kawasan BSD City, Senin (4/5).

CIPUTAT-Sejak diterapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Satpol PP Kota Tangsel telah menutup 40 tempat usaha yang bandel. Tindakan tegas terpaksa dilakukan karena pengelola usaha tetap beroperasional.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel Muksin Al Fakchry mengaku setiap hari selalu memonitoring, agar PSBB berjalan lancar. Jika ditemukan tempat usaha yang tidak boleh buka, tapi masih beroperasi, pihaknya melakukan penutupan sementara.
“Untuk usaha warung makan, kita imbau tidak boleh makan di tempat. Silakan take a way. Jika ada yang beli dibawa pulang,” katanya, Senin (4/5).

Dia menjelaskan, sebelum melakukan penutupan, pihaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada pemilik atau pengelola bahwa tempat usaha tersebut termasuk yang tidak diizinkan beroperasi selama PSBB.

“Langsung kita stikerisasi. Mereka besok langsung tidak boleh lagi melakukan aktivitas. Jika tetap melakukan aktivitas, kita akan ajukan pencabutan izin,” terangnya.

Kepala Satpol PP Tangsel Mursina menjelaskan, dalam monitoring itu jika ditemukan ada pelanggaran perda maupun perwal maka pihaknya langsung melakukan penyegelan.

Tetapi, jika hanya pelanggaran Perwal Nomor 13 tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB dalam rangka penanganan covid-19, maka hanya ditutup untuk sementara.

“Pada saat kita melakukan pengecekan di salah satu tempat SPA di BSD, ternyata kita menemukan ada 3 pasangan yang sedang mesum. Sehingga lokasi tersebut selain kita hentikan kegiatannya juga kita segel. Dan akan kita ajukan pencabutan izin, karena pelanggarannya cukup banyak,” urainya.

Dia memastikan, dalam pelaksanaan PSBB Jilid II Kota Tangsel yang mulai 2 Mei lalu pihaknya akan terus melakukan monitoring setiap hari. “Kalau diperhatiin di jalan selama PSBB, lebih banyak tukang makanan. Kalau kantor-kantor di BSD yang bandel sudah kita tutup, 10 lebih kantor. Kalau masuk-masuk kampung banyak tempat makanan, toko kelontong itu kita imbau untuk take a way,” imbuhnya. (asp/rbnn)