Selama Tiga Tahun Bocah Dipasung

SETU – Dinas Sosial (Dinsos) mengevakuasi bocah bernama Zidni Khoihir Alfatiri (10) yang dipasung selama tiga tahun. Alasan pemasungan, keluarga menilai karena nakal dan sering berulah.

Mendapatkan informasi tersebut, tim Dinsos dipimpin Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan H Sarbini pergi ke rumah Zidni Khoihir Alfatiri di Kampung Setu, RT 16, RW 14, Kelurahan Setu, Kecamatan Setu, Kota Tangsel.

Zidni Khoihir Alfatiri yang merupakan anak dari pasangan Suhin dan Wagiati tersebut sangat memprihatinkan. Kaki terantai di atas kasur tanpa sehelai pakaian menempel. Bahkan, harus tidur dengan kotorannya sendiri.

Kepala Dinsos Wahyunoto Lukman membenarkan telah melakukan evakuasi bocah yang terpasung selama tiga tahun. Setelah dievakuasi kondisi Alfatiri sudah membaik dan bersih. ”Sudah dievakuasi ke rumah singgah dan diberi perhatian serta bimbingan khusus untuk mengembalikan kepercayaan dirinya kemudian kita latih untuk mandiri,” katanya.

Untuk keluarga, sambungnya, pihaknya memasukkan dalam basis data terpadu kemiskinan dan diusulkan keluarga penerima manfaat program keluarga harapan atau Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu). ”Untuk kesehatan ibu kandung Alfatiri akan dikover Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang saat ini tengah dirawat di RSUD Tangsel karena mengidap penyakit gula,” tuturnya.

Terkait pemasungan tersebut, Wahyunoto belum mau membawa orangtua bocah pemasungan ke ranah hukum. ”Kami rasa belum perlu ya, soalnya anaknya juga ada kekurangan mental dan kondisi disabilitas fisiknya juga bawaan lahir. Pemasungan dilatarbelakangi ketidakmampuan ekonomi keluarga dan supaya tidak mengganggu orang lain,” terangnya.

Pada prinsipnya, pihaknya tidak membenarkan melakukan pemasungan. ”Ke depan, kita akan edukasi orangtuanya, untuk tak mengulangi perbuatannya,” tandasnya.

Kabid Perlindungan H Sarbini mengatakan, secara kejiwaan, Alfatiri sudah tak sehat karena lama dipasung. ”Atas kejadian ini, saya mengimbau masyarakat untuk melaporkan ke kami dan peduli dengan lingkungannya,” tukasnya. (Wahyu S/RBG)